MODUL PEMBELAJARAN HARIAN SD
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
| Matematika |
📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN (Klik untuk buka/tutup)
| Nama Guru | : Bella Permatasari |
| Hari / Tanggal | : Senin, 07 September 2026 |
| Satuan Pendidikan | : SD Al Azhar 1 Bandar Lampung |
| Fase / Kelas | : A / 1 Umar |
| Mata Pelajaran | : Matematika |
| Materi Utama | : Mengenal Simbol Penjumlahan dan Pengertian Menjumlahkan Melalui Cerita |
| Pertemuan Ke- | : 12 |
Pagi anak shalih dan shalihah! 👋
Hari ini kita akan kembali belajar bersama. Sebelum menyimak pembelajaran di bawah ini silakan persiapkan diri untuk salat duha dan murojaah terlebih dahulu ya.
Mari persiapkan diri melaksanakan Salat Duha dan Murojaah Al-Qur'an terlebih dahulu agar pembelajaran hari ini mendapat keberkahan dari Allah SWT.
💡 Masih ingatkah kamu tentang materi sebelumnya? Yaps betul yaitu tentang "Membandingkan banyak benda"!
Anak-anak yang shalih dan shalihah, Allah adalah Al-Khaliq (Maha Pencipta) yang menciptakan benda-benda beraneka ragam di sekitar kita. Allah juga Al-Malik (Maha Memelihara) yang melimpahkan keteraturan dalam hitungan alam semesta, serta Al-Razaq (Maha Memberi Rezeki) yang terus menambahkan nikmat-Nya kepada kita. Hari ini kita belajar menjumlahkan benda sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang Allah tambahkan dalam hidup kita.
🎯 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Kompetensi Utama Fase A Kurikulum Merdeka
Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20, serta memahami makna simbol penjumlahan (+) dan sama dengan (=) dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari.
✅ TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Target Pembelajaran Hari Ini
- Peserta didik dapat mengenal dan memahami konsep dasar penjumlahan serta mengidentifikasi simbol plus (+) dan sama dengan (=) melalui cerita konseptual dan konteks kehidupan sehari-hari dengan benar.
🗺️ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Langkah Tahapan Pembelajaran
Membilang Banyak Benda ➔ Membandingkan Banyak Benda ➔ Mengenal Simbol Penjumlahan & Pengertian Menjumlahkan Melalui Cerita ✓
🧩 STRATEGI & METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan Aktivitas Kelas
📋 Metode Pembelajaran
| 🖼️ Alat Peraga & Media
|
📺 1. Video Pembelajaran Interaktif
Yuk, simak video pembelajaran Matematika tentang Penjumlahan berikut ini:
📖 2. Rangkuman Materi Pembelajaran
📘 Cerita Matematika: "Petik Buah di Kebun Kakek"
Ahmad dan Fatimah berkunjung ke rumah Kakek. Di halaman, Ahmad memetik 3 buah apel manis. Tak lama kemudian, Fatimah memetik lagi 2 buah apel dari pohon. Mereka mengumpulkan semua buah apel ke dalam satu keranjang yang sama.
Ketika digabungkan, jumlah seluruh apel di keranjang menjadi bertambah banyak, yaitu ada 5 buah apel.
Memahami Pengertian & Simbol Penjumlahan
Menjumlahkan artinya menggabungkan dua atau lebih sekelompok benda sehingga jumlahnya menjadi lebih banyak.
- Simbol Plus (+) digunakan untuk menandai kegiatan menjumlahkan atau menggabungkan benda.
- Simbol Sama Dengan (=) digunakan untuk menunjukkan hasil akhir dari penggabungan benda tersebut.
- Bentuk Kalimat Matematika: 3 + 2 = 5 (Dibaca: Tiga ditambah dua sama dengan lima).
📝 3. Latihan Soal Harian (Asesmen Formatif)
Pilihlah satu jawaban a, b, atau c yang paling tepat!
- Berdasarkan cerita "Petik Buah di Kebun Kakek", Ahmad memetik 3 apel dan Fatimah memetik 2 apel. Jumlah seluruh apel yang digabungkan adalah ...
a. 4 apel
b. 5 apel
c. 6 apel - Simbol yang digunakan untuk menandai operasi penjumlahan atau menggabungkan kelompok benda adalah ...
a. +
b. =
c. - - Ibu membeli 4 kue cokelat, lalu Ayah membawakan lagi 3 kue cokelat. Kalimat matematika penjumlahan yang tepat adalah ...
a. 4 + 3 = 7
b. 4 + 2 = 6
c. 4 - 3 = 1 - Siti memiliki 2 pensil warna. Ia mendapat hadiah 4 pensil warna dari Kakak. Berapa jumlah pensil warna Siti sekarang? (Numerasi)
a. 5 pensil
b. 6 pensil
c. 7 pensil - Apabila benda di kelompok pertama digabungkan dengan benda di kelompok kedua, maka jumlah seluruh benda akan menjadi ...
a. Lebih sedikit
b. Berkurang
c. Lebih banyak
Apersepsi
Pembuka pembelajaran yang hangat & menyenangkan
Bismillahirrahmanirrohim,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang telah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.
Guru mengaitkan makna ayat tersebut dengan pembelajaran: setiap orang berhak menjalankan agama dan kepercayaannya masing-masing, dan kita wajib menghormati pilihan tersebut tanpa memaksakan keyakinan kepada orang lain.
Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Bhinneka Tunggal Ika — Fase A
Pendidikan Pancasila: Peserta didik mampu menyebutkan identitas dirinya berdasarkan jenis kelamin, ciri fisik, dan hobi; mengenal identitas diri dan keluarga di lingkungan rumah dan sekolah, termasuk agama dan kepercayaan yang dianut; serta mampu menceritakan dan menghargai perbedaan, baik fisik maupun non-fisik, pada keluarga dan teman-temannya.
Sumber acuan: CP Pendidikan Pancasila Fase A, Kemendikbudristek — silakan sesuaikan dengan dokumen CP terbaru satuan pendidikan.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Pendidikan Pancasila: Mengenal agama dan kepercayaan yang dianut diri sendiri dan keluarga.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Murid mengenal berbagai agama/kepercayaan yang ada di Indonesia beserta tempat ibadahnya.
Murid menyebutkan agama/kepercayaan yang dianut oleh dirinya dan keluarganya.
Murid menunjukkan sikap menghormati teman yang memiliki agama/kepercayaan berbeda.
Sesuaikan kembali dengan dokumen ATP terbaru dari satuan pendidikan.
Model / Metode Pembelajaran
Model kontekstual dipilih agar murid Fase A mengaitkan materi langsung dengan pengalaman diri dan keluarganya di rumah, dipadukan metode tanya jawab serta unjuk gambar yang sesuai karakteristik anak kelas 1 SD.
Penjabaran Materi
Tautkan video animasi ramah anak tentang keragaman agama & tempat ibadah di sini (YouTube/Canva/Media pembelajaran sekolah).
Di Indonesia, kita hidup bersama teman-teman yang memiliki agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Setiap agama memiliki tempat ibadah masing-masing.
Setiap murid memiliki agama dan tempat ibadah yang mungkin berbeda dengan temannya. Kita harus saling menghormati dan tidak mengganggu teman yang sedang beribadah, sebagaimana pesan dalam QS. Al-Kafirun ayat 6 di atas.
3. Asesmen Formatif
Pilihan Ganda 5 · Isian 3 · Esai 2 (lengkap dengan jawaban)
- a. Masjid
- b. Gereja
- c. Pura
- d. Wihara
- a. Masjid
- b. Gereja
- c. Pura
- d. Klenteng
- a. Gereja
- b. Pura
- c. Masjid
- d. Wihara
- a. Pura
- b. Wihara
- c. Masjid
- d. Gereja
- a. Mengejek
- b. Menjauhi
- c. Menghormati
- d. Memusuhi
Jawaban: Al-Qur'an
Jawaban: Klenteng
Jawaban: menghormati / menghargai
Jawaban: sesuai agama masing-masing murid, contoh: "Saya beragama Islam, tempat ibadah saya adalah Masjid."
Jawaban terbuka, contoh: tidak mengganggu saat teman sedang beribadah, tetap bermain bersama, dan saling menghargai.
Kesimpulan
Setiap orang berhak menjalankan agama dan kepercayaannya masing-masing. Sebagai wujud nilai Bhinneka Tunggal Ika, kita harus saling menghormati perbedaan agama dan kepercayaan teman di sekitar kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar