Kamis, 30 April 2026

Materi Ajar: Rabu, 29 April 2026

Nama Guru : Bella Permatasari

Mata Pelajaran : 
1. Bahasa Indonesia : Pantun
2. Matematika : Keliling dan Luas Bangun Datar Gabungan

Hari/Tanggal : Rabu / 29 April 2026
 
Kelas / Fase : 5 / C

TP Bahasa Indonesia :
Murid dapat membuat pantun nasihat

TP Matematika : 

Murid diharapkan dapat menghitung Keliling dan Luas Bangun Datar Gabungan


Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

Bahasa Indonesia

A. Pengertian Pantun

Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu bait. Pantun biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan, nasihat, atau hiburan.


B. Ciri-Ciri Pantun

  1. Terdiri dari 4 baris dalam satu bait.
  2. Baris pertama dan kedua disebut sampiran.
  3. Baris ketiga dan keempat disebut isi.
  4. Bersajak a-b-a-b.
  5. Setiap baris terdiri dari 8–12 suku kata.

C. Pantun Nasihat

Pantun nasihat adalah pantun yang berisi pesan atau anjuran yang baik untuk kehidupan sehari-hari.

Contoh Pantun Nasihat:
Pergi ke pasar membeli ikan,
Jangan lupa membeli sayur,
Rajin belajar sejak dini,
Agar masa depan jadi makmur.


D. Langkah-Langkah Membuat Pantun Nasihat

  1. Tentukan tema (misalnya: rajin belajar, sopan santun, menjaga kebersihan).
  2. Buat isi pantun terlebih dahulu (baris ke-3 dan ke-4).
  3. Buat sampiran yang sesuai dengan rima isi (baris ke-1 dan ke-2).
  4. Perhatikan jumlah suku kata dan rima a-b-a-b.
  5. Gunakan bahasa yang baik dan mudah dipahami.

E. Latihan

1. Identifikasi Pantun
Tentukan bagian sampiran dan isi dari pantun berikut:
Pergi ke taman memetik bunga,
Bunga indah berwarna merah,
Hormati orang tua kita,
Agar hidup penuh berkah.

2. Membuat Pantun
Buatlah satu pantun nasihat dengan tema “menjaga kebersihan”!


F. Penilaian

Penilaian dilakukan berdasarkan:

  • Kesesuaian dengan ciri-ciri pantun
  • Kesesuaian tema nasihat
  • Kreativitas
  • Ketepatan rima

MATEMATIKA


A. Pengertian Bangun Datar Gabungan

Bangun datar gabungan adalah bangun yang terdiri dari dua atau lebih bangun datar sederhana, seperti persegi, persegi panjang, segitiga, atau lingkaran, yang digabung menjadi satu bentuk.

Contoh:

  • Persegi panjang yang disambung dengan setengah lingkaran
  • Gabungan dua persegi panjang
  • Persegi yang ditambah segitiga di atasnya

B. Keliling Bangun Datar Gabungan

Keliling adalah panjang seluruh sisi luar bangun.

Cara Menghitung Keliling:

  1. Perhatikan seluruh sisi luar bangun (abaikan sisi dalam yang tidak terlihat).
  2. Jumlahkan semua panjang sisi luar tersebut.

Contoh:

Sebuah bangun terdiri dari dua persegi panjang yang berdempetan.
Jika sisi luar masing-masing diketahui, maka:

Keliling = jumlah seluruh sisi terluar


C. Luas Bangun Datar Gabungan

Luas adalah ukuran besar permukaan suatu bangun.

Cara Menghitung Luas:

  1. Pisahkan bangun gabungan menjadi bangun-bangun sederhana.
  2. Hitung luas masing-masing bangun.
  3. Jumlahkan semua luas tersebut.

Rumus Dasar:

  • Persegi: sisi × sisi
  • Persegi panjang: panjang × lebar
  • Segitiga: ½ × alas × tinggi
  • Lingkaran: π × r²

D. Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh 1:

Sebuah bangun terdiri dari:

  • Persegi panjang (panjang 10 cm, lebar 5 cm)
  • Segitiga di atasnya (alas 10 cm, tinggi 4 cm)

Ditanya: Luas bangun?

Jawab:

  • Luas persegi panjang = 10 × 5 = 50 cm²
  • Luas segitiga = ½ × 10 × 4 = 20 cm²
  • Total luas = 50 + 20 = 70 cm²

Contoh 2:

Hitung keliling bangun di atas jika semua sisi luar diketahui:

  • Sisi bawah: 10 cm
  • Sisi samping kiri dan kanan: masing-masing 5 cm
  • Sisi miring segitiga: masing-masing 6 cm

Keliling = 10 + 5 + 5 + 6 + 6 = 32 cm


E. Tips Penting

  • Selalu gambar ulang bangun jika perlu
  • Tandai bagian yang akan dihitung
  • Pastikan tidak menghitung sisi yang tersembunyi
  • Gunakan satuan yang sama

F. Latihan Soal

  1. Sebuah bangun terdiri dari dua persegi panjang:
    • Bangun 1: 8 cm × 4 cm
    • Bangun 2: 6 cm × 3 cm
      Hitung luas totalnya!
  2. Hitung keliling bangun gabungan yang memiliki sisi luar:
    8 cm, 4 cm, 6 cm, 3 cm, dan 5 cm
  3. Sebuah bangun terdiri dari persegi (sisi 6 cm) dan segitiga (alas 6 cm, tinggi 4 cm).
    Hitung luasnya!

G. Penutup

Dengan memahami cara memecah bangun menjadi bagian sederhana, siswa akan lebih mudah menghitung keliling dan luas bangun gabungan. Latihan secara rutin akan membantu meningkatkan pemahaman.


Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

Wassalamualaikum wr.wb.

Materi Ajar; Kamis, 30 April 2026

Nama Guru : Bella Permatasari

Mata Pelajaran : 
1. Seni Rupa : Karya Seni dari Bahan Daur Ulang
2. Bahasa Indonesia : Pantun

Hari/Tanggal : Kamis / 30 April 2026
 
Kelas / Fase : 5 / C

TP Seni Rupa :
Murid diharapkan dapat menjelaskan pengertian dan jenis-jenis limbah

TP Bahasa Indonesia :
Murid dapat membuat pantun nasihat

Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

Bahasa Indonesia

A. Pengertian Pantun

Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu bait. Pantun biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan, nasihat, atau hiburan.


B. Ciri-Ciri Pantun

  1. Terdiri dari 4 baris dalam satu bait.
  2. Baris pertama dan kedua disebut sampiran.
  3. Baris ketiga dan keempat disebut isi.
  4. Bersajak a-b-a-b.
  5. Setiap baris terdiri dari 8–12 suku kata.

C. Pantun Nasihat

Pantun nasihat adalah pantun yang berisi pesan atau anjuran yang baik untuk kehidupan sehari-hari.

Contoh Pantun Nasihat:
Pergi ke pasar membeli ikan,
Jangan lupa membeli sayur,
Rajin belajar sejak dini,
Agar masa depan jadi makmur.


D. Langkah-Langkah Membuat Pantun Nasihat

  1. Tentukan tema (misalnya: rajin belajar, sopan santun, menjaga kebersihan).
  2. Buat isi pantun terlebih dahulu (baris ke-3 dan ke-4).
  3. Buat sampiran yang sesuai dengan rima isi (baris ke-1 dan ke-2).
  4. Perhatikan jumlah suku kata dan rima a-b-a-b.
  5. Gunakan bahasa yang baik dan mudah dipahami.

E. Latihan

1. Identifikasi Pantun
Tentukan bagian sampiran dan isi dari pantun berikut:
Pergi ke taman memetik bunga,
Bunga indah berwarna merah,
Hormati orang tua kita,
Agar hidup penuh berkah.

2. Membuat Pantun
Buatlah satu pantun nasihat dengan tema “menjaga kebersihan”!


F. Penilaian

Penilaian dilakukan berdasarkan:

  • Kesesuaian dengan ciri-ciri pantun
  • Kesesuaian tema nasihat
  • Kreativitas
  • Ketepatan rima

SENI RUPA

A. Pengertian Limbah

Limbah adalah sisa bahan atau barang yang sudah tidak terpakai lagi dan dapat menjadi masalah bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Dalam seni rupa, limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya yang kreatif dan bernilai guna.


B. Jenis-Jenis Limbah

Limbah dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Limbah Organik

Limbah yang berasal dari makhluk hidup dan mudah terurai secara alami.

Contoh:

  • Daun kering
  • Kulit buah
  • Sisa makanan

2. Limbah Anorganik

Limbah yang berasal dari bahan non-hayati dan sulit terurai.

Contoh:

  • Plastik
  • Kaleng
  • Botol kaca

3. Limbah Keras

Limbah yang memiliki bentuk keras dan tidak mudah berubah.

Contoh:

  • Kayu bekas
  • Botol kaca
  • Kaleng

4. Limbah Lunak

Limbah yang bersifat lembut dan mudah dibentuk.

Contoh:

  • Kertas bekas
  • Kardus
  • Kain perca

C. Pemanfaatan Limbah dalam Seni Rupa

Limbah dapat dimanfaatkan menjadi berbagai karya seni, seperti:

  • Kolase dari kertas bekas
  • Hiasan dari botol plastik
  • Kerajinan dari kain perca

Pemanfaatan limbah ini membantu:

  • Mengurangi sampah
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Melatih kreativitas

D. Contoh Kegiatan

Membuat karya seni sederhana dari limbah, misalnya:

  • Membuat tempat pensil dari botol bekas
  • Membuat kolase dari kertas majalah bekas

E. Latihan

1. Pilihan Ganda
Limbah yang mudah terurai disebut …
a. Limbah keras
b. Limbah organik
c. Limbah anorganik
d. Limbah berbahaya

2. Uraian
Sebutkan 3 contoh limbah anorganik di lingkungan sekitarmu!


F. Penilaian

Penilaian dilakukan berdasarkan:

  • Pemahaman pengertian limbah
  • Kemampuan mengelompokkan jenis limbah
  • Keaktifan dalam kegiatan
  • Kreativitas dalam memanfaatkan limbah

 

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

Wassalamualaikum wr.wb.

Selasa, 28 April 2026

Materi Ajar: Selasa, 28 April 2026

 Nama Guru : Bella Permatasari, S.Pd.

Mata Pelajaran :
1. IPAS : Keragaman Budaya Nasional
2. Pendidikan Pancasila : Kerjasama antara Masyarakat dan Pemerintah

Hari/Tanggal : Selasa / 28 April 2026

Kelas / Fase : 5 / C

TP IPAS :
Murid diharapkan dapat menjelaskan keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayahnya.

Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

IPAS





A. Pengantar Materi
Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya. Setiap daerah memiliki adat istiadat, bahasa, pakaian, rumah adat, dan tradisi yang berbeda-beda. Walaupun berbeda, kita tetap satu bangsa. Inilah yang disebut kebinekaan.

B. Pengertian Penting
1. Keragaman Budaya
Keragaman budaya adalah berbagai perbedaan budaya yang ada di masyarakat, seperti:Bahasa daerah
Tarian tradisional
Rumah adat
Pakaian adat
Upacara adat

Contoh:Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara
Rumah Gadang dari Sumatera Barat
Tari Kecak dari Bali

2. Kebinekaan
Kebinekaan berarti keberagaman. Indonesia memiliki semboyan:
Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.
Maknanya:Kita harus saling menghargai perbedaan
Tidak membeda-bedakan suku, agama, atau budaya

3. Kearifan Lokal
Kearifan lokal adalah nilai-nilai baik yang berkembang dalam masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.
Contoh kearifan lokal:Gotong royong
Musyawarah
Sopan santun
Menghormati orang tua
Menjaga lingkungan

C. Keragaman Budaya di Lingkungan Sekitar
Setiap daerah memiliki budaya khas. Misalnya di Sumatera Utara:
Tradisi adat Batak
Bahasa Batak
Upacara adat pernikahan Batak
Nilai kekeluargaan yang kuat

Nilai kearifan lokal yang bisa dipelajari:
Kebersamaan dalam keluarga
Menghormati leluhur
Gotong royong dalam acara adat

D. Hubungan Keragaman Budaya dengan Kebinekaan
Keragaman budaya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak perbedaan. Namun perbedaan ini justru memperkuat persatuan.
Contohnya:Walaupun berbeda bahasa, kita tetap bisa berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia
Walaupun berbeda adat, kita tetap saling menghormati

E. Sikap yang Harus Dikembangkan
Sebagai siswa, sikap yang perlu ditanamkan:Menghargai perbedaan budaya
Tidak mengejek budaya lain
Mau belajar budaya daerah lain
Melestarikan budaya sendiri

F. Aktivitas Pembelajaran
1. DiskusiApa saja budaya yang ada di daerahmu?
Nilai kearifan lokal apa yang masih diterapkan?

2. Tugas Individu
Tuliskan:
1 contoh budaya daerahmu
1 nilai kearifan lokal dari budaya tersebut
Jelaskan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari

G. Penilaian Sederhana
Pilihan GandaBhinneka Tunggal Ika berarti …
a. Sama semua
b. Berbeda-beda tetapi tetap satu
c. Hidup sendiri
d. Tidak peduli

Contoh kearifan lokal adalah …
a. Bermain game
b. Gotong royong
c. Menonton TV
d. Belanja

UraianJelaskan hubungan antara keragaman budaya dan kebinekaan!

H. Penutup
Keragaman budaya adalah kekayaan bangsa Indonesia. Dengan memahami kearifan lokal, kita dapat hidup rukun dalam kebinekaan.

Jumat, 24 April 2026

Materi Ajar: Jumat, 24 April 2026

 Nama : Bella Permatasari

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal : Jumat, 24 April 2026

Materi Ajar : Warna Primer dan Warna Sekunder

Tujuan Pembelajaran


Mengeksplorasi percampuran warna.


Rangkuman Materi


1. Warna Primer (Warna Dasar)
Warna primer adalah warna asli yang tidak bisa dibuat dari campuran warna lain. Ada 3 warna primer:
  • Merah
  • Kuning
  • Biru
Semua warna lain yang ada di dunia ini berasal dari campuran ketiga warna dasar ini.
2. Warna Sekunder (Warna Campuran)
Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dengan jumlah yang sama.
Rumus Campuran Warna:
  1. Merah + Kuning = Oranye (Jingga)
  2. Kuning + Biru = Hijau
  3. Biru + Merah = Ungu

Tips Menghafal untuk Anak-anak:
  • Ingatlah "Me-Ku-Bi" (Merah, Kuning, Biru) sebagai warna utama.
  • Bayangkan buah-buahan:
    • Merah (Apel) + Kuning (Pisang) jadi Oranye (Jeruk).
    • Kuning (Lemon) + Biru (Langit) jadi Hijau (Daun).
    • Biru (Laut) + Merah (Strawberry) jadi Ungu (Anggur).
Kegiatan Latihan:
Cobalah mencampur cat air atau krayon warna primer di atas kertas. Lihatlah bagaimana warna baru (sekunder) muncul secara ajaib saat keduanya digabungkan!