Rabu, 09 September 2026

Materi Ajar 1 Umar bin Khattab

  

IDENTITAS

Nama Guru                           : Bella Permatasari, S.Pd.

Mapel                                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal                      : Rabu / 9 September 2026

Fase / Kelas                           : A / 1 Umar bin Khattab

Materi                                    : Cerita “Mika dan Tio Bermain Trampolin”

 1 Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Menyimak, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menyimak dan memahami isi cerita sederhana yang dibacakan, menjawab pertanyaan tentang isi cerita, mengungkapkan pendapat secara lisan dengan santun, serta menuliskan pendapat sederhana terkait aturan bermain yang aman.

 2 Tujuan Pembelajaran

🎯 TP UMUM

Murid dapat menyimak cerita “Mika dan Tio Bermain Trampolin”, menjawab pertanyaan tentang isi cerita, berbicara mengemukakan pendapat, dan menuliskan pendapat sederhana tentang aturan bermain yang aman.

🤸 MEANINGFUL

Melalui cerita Mika dan Tio yang ingin bermain trampolin, peserta didik mampu mengaitkan pentingnya aturan bermain yang aman dengan pengalaman bermain mereka sendiri di taman bermain.

🗣️ MEANINGFUL

Peserta didik mampu menceritakan pengalaman bermain di taman bermain atau alat permainan yang pernah mereka gunakan.

🧘 MINDFUL

Melalui kegiatan menyimak cerita dengan tenang, peserta didik mampu memahami urutan kejadian dan pesan dalam cerita dengan tepat.

🔍 MINDFUL

Peserta didik mampu memeriksa kembali pendapat yang dituliskannya agar sesuai dengan isi cerita sebelum menyampaikannya.

😄 JOYFUL

Melalui permainan peran (role play) menirukan tokoh Mika dan Tio serta diskusi kelompok tentang aturan bermain aman, peserta didik mampu belajar dengan gembira dan penuh semangat.

 3 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

Kode

Alur Tujuan Pembelajaran

3.1

MINDFUL Peserta didik menyimak cerita “Mika dan Tio Bermain Trampolin” dengan tenang dan saksama.

3.2

TP UMUM Peserta didik menjawab pertanyaan tentang isi cerita, berbicara mengemukakan pendapat, dan menuliskan pendapat sederhana tentang aturan bermain yang aman. ← inti materi

3.3

MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan pentingnya aturan bermain aman dengan pengalaman bermain di taman bermain.

3.4

MEANINGFUL Peserta didik menceritakan pengalaman bermain di taman bermain atau alat permainan yang pernah digunakan.

3.5

MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali pendapat yang dituliskan agar sesuai dengan isi cerita.

3.6

JOYFUL Peserta didik mempraktikkan bermain peran tokoh Mika dan Tio serta berdiskusi tentang aturan bermain aman dengan gembira.

 

 4 Model & Metode Pembelajaran

🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis cerita dan pengalaman nyata, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.

🔍 Discovery Learning – siswa menemukan sendiri pesan cerita dan aturan bermain aman melalui diskusi.

📖 Bercerita (Storytelling) – guru membacakan/menceritakan kisah Mika dan Tio dengan ekspresif.

💬 Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa menjawab pertanyaan tentang isi cerita dan berdiskusi tentang aturan bermain.

🎭 Permainan Peran (Role Play) – siswa memerankan tokoh Mika dan Tio saat bermain trampolin dengan aman.

📝 Penugasan – latihan menjawab pertanyaan dan menuliskan pendapat tentang aturan bermain aman.

 5 Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah

الْحَافِظ

Al-Hafizh (Yang Maha Memelihara)

Allah menjaga dan memelihara kita setiap saat, maka kita juga harus menjaga keselamatan diri sendiri saat bermain.

الرَّقِيب

Ar-Raqib (Yang Maha Mengawasi)

Allah selalu mengawasi setiap perbuatan kita, termasuk saat kita bermain, agar tetap mengikuti aturan yang aman.

الْوَدُود

Al-Wadud (Yang Maha Mengasihi)

Allah mengasihi hamba-Nya dan ingin kita selalu selamat, maka kita perlu mentaati aturan agar tidak celaka.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Hafizh menjaga dan memelihara kita setiap saat. Allah Ar-Raqib mengawasi setiap perbuatan kita, termasuk saat bermain trampolin bersama teman. Allah Al-Wadud mengasihi kita dan ingin kita selalu selamat, karena itu kita harus mentaati aturan bermain yang aman seperti dalam cerita Mika dan Tio hari ini.

🤔 Pertanyaan Perenungan:

1. Allah Al-Hafizh selalu menjaga kita. Menurutmu, apa yang harus kita lakukan agar tetap aman saat bermain?

2. Allah Ar-Raqib mengawasi semua perbuatan kita. Jika temanmu melanggar aturan bermain, apa yang sebaiknya kamu lakukan?

3. Allah Al-Wadud ingin kita selalu selamat. Menurutmu, mengapa aturan bermain penting untuk ditaati?

 6 Yuk, Ingat Lagi! (Kalimat Sederhana)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1. Kalimat “Mika pergi ke sekolah.” merupakan kalimat sederhana.  B / S

2. Kalimat adalah kumpulan huruf acak yang tidak memiliki arti.  B / S

3. Susunan kata “sekolah ke Mika pergi” sudah menjadi kalimat yang benar.  B / S

4. Huruf D, R, J, S termasuk huruf konsonan.  B / S

5. Kalimat sederhana biasanya terdiri atas subjek dan predikat.  B / S

✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (kalimat adalah rangkaian kata yang bermakna)   3. Salah (seharusnya “Mika pergi ke sekolah.”)   4. Benar   5. Benar

 7 Video Pembelajaran

🎬 Tonton video cerita “Mika dan Tio Bermain Trampolin” di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

 8 Ayo Belajar: Cerita “Mika dan Tio Bermain Trampolin”

📖 A. Menyimak Cerita “Mika dan Tio Bermain Trampolin”

Suatu sore, Mika dan Tio pergi ke taman bermain. Di sana ada trampolin besar yang berwarna-warni. Mika dan Tio sangat senang dan ingin segera melompat-lompat di atasnya.

Namun, sebelum bermain, mereka melihat papan aturan bermain di dekat trampolin. Papan itu bertuliskan: lepas sepatu sebelum naik, bermain secara bergiliran, dan tidak boleh saling mendorong.

Mika dan Tio pun mengikuti aturan tersebut. Mereka bermain dengan bergiliran dan berhati-hati. Karena mengikuti aturan, mereka bisa bermain trampolin dengan aman dan menyenangkan hingga sore hari.

❓ B. Menjawab Pertanyaan tentang Isi Cerita

1. Ke mana Mika dan Tio pergi bermain?

2. Apa yang ingin mereka mainkan?

3. Aturan apa saja yang harus mereka ikuti sebelum bermain trampolin?

4. Mengapa Mika dan Tio bisa bermain dengan aman?

🗣️✍️ C. Berbicara dan Menuliskan Pendapat

Latihan berbicara: sampaikan pendapatmu secara lisan tentang mengapa aturan bermain itu penting.

Latihan menulis: tuliskan satu kalimat pendapat sederhana, misalnya “Menurutku, aturan bermain penting supaya kita tidak terluka.”

 9 Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

MUDAH

1. Mika dan Tio pergi bermain ke ....

A. sekolah

B. taman bermain

C. pasar

D. rumah sakit

MUDAH

2. Alat permainan yang ingin dimainkan Mika dan Tio adalah ....

A. ayunan

B. trampolin

C. perosotan

D. jungkat-jungkit

MUDAH

3. Sebelum naik trampolin, Mika dan Tio harus melepas ....

A. topi

B. tas

C. sepatu

D. baju

SEDANG

4. Salah satu aturan bermain trampolin dalam cerita adalah ....

A. bermain sendirian

B. bermain secara bergiliran

C. saling mendorong

D. memakai sepatu

SEDANG

5. Mika dan Tio bisa bermain dengan aman karena mereka ....

A. bermain sendiri-sendiri

B. mengikuti aturan bermain

C. melanggar aturan

D. tidak peduli aturan

SEDANG

6. Kalimat pendapat yang tepat tentang aturan bermain adalah ....

A. Aturan bermain tidak penting.

B. Aturan bermain membuat kita bosan.

C. Aturan bermain membuat kita aman.

D. Aturan bermain boleh dilanggar.

SEDANG

7. Jika bermain trampolin tanpa bergiliran, yang mungkin terjadi adalah ....

A. bermain menjadi lebih aman

B. bisa saling bertabrakan

C. permainan menjadi lebih seru

D. tidak ada akibatnya

SUKAR

8. Jika temanmu ingin mendorong saat bermain trampolin, sikap yang tepat adalah ....

A. ikut mendorong

B. mengingatkan agar bermain sesuai aturan

C. diam saja

D. pergi meninggalkannya

SUKAR

9. Hal yang menyebabkan Mika dan Tio bisa bermain hingga sore hari dengan menyenangkan adalah ....

A. mereka bermain sendiri-sendiri

B. mereka mentaati aturan bermain

C. mereka bermain tanpa aturan

D. mereka berebut trampolin

SUKAR

10. Menurutmu, apa akibatnya jika aturan bermain tidak ditaati?

A. permainan menjadi lebih aman

B. bisa terjadi kecelakaan atau cedera

C. permainan menjadi lebih menyenangkan

D. tidak ada pengaruhnya


 10 Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

       Mengenal Asmaul Husna Al-Hafizh, Ar-Raqib, dan Al-Wadud di awal pembelajaran melatih siswa merenungkan pentingnya menjaga keselamatan diri.

       Kegiatan menyimak cerita dengan tenang melatih ketelitian siswa memahami urutan kejadian dan pesan cerita.

       Memeriksa kembali pendapat yang dituliskan agar sesuai isi cerita melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

       Cerita Mika dan Tio dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa bermain di taman bermain.

       Siswa menceritakan pengalaman bermain di taman bermain atau alat permainan yang pernah mereka gunakan.

😄 Joyful (Menyenangkan)

       Permainan peran (role play) menirukan tokoh Mika dan Tio membuat siswa lebih mudah dan senang memahami cerita.

       Diskusi kelompok tentang aturan bermain aman membuat siswa antusias berbicara tanpa merasa tertekan.

 11 Kesimpulan

Hari ini kita belajar menyimak cerita “Mika dan Tio Bermain Trampolin”, menjawab pertanyaan tentang isi cerita, berbicara mengemukakan pendapat, dan menuliskan pendapat sederhana tentang aturan bermain yang aman. Seperti Allah Ar-Raqib yang selalu mengawasi kita dan Allah Al-Wadud yang ingin kita selalu selamat, mari kita selalu mentaati aturan bermain agar bisa bermain dengan aman dan menyenangkan. 🌟

Senin, 07 September 2026

Materi Ajar 1 Umar bin Khattab

  

 MATEMATIKA

IDENTITAS

Nama Guru                           : Bella Permatasari, S.Pd.

Mapel                                     : Matematika

Hari / Tanggal                      : selasa / 8 September 2026

Fase / Kelas                           : A / 1 Umar bin Khattab

Materi                                    : Menghitung Maju Mundur

 1 Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Bilangan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, serta dapat membilang maju dan mundur menggunakan berbagai benda konkret dan garis bilangan sesuai konteks kehidupan sehari-hari.

 2 Tujuan Pembelajaran

🎯 TP UMUM

Murid dapat menghitung maju dan mundur pada bilangan 1–20 menggunakan benda konkret dan garis bilangan.

🪙 MEANINGFUL

Melalui kegiatan menghitung benda konkret (kelereng, sedotan, kancing) sambil maju, peserta didik mampu memahami pola urutan bilangan yang semakin besar.

🗣️ MEANINGFUL

Peserta didik mampu menceritakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan hitungan mundur, misalnya menghitung mundur sebelum bermain atau menunggu hari ulang tahun.

🧘 MINDFUL

Melalui kegiatan membilang dengan tenang dan berurutan, peserta didik mampu membedakan arah hitungan maju dan mundur dengan tepat.

🔍 MINDFUL

Peserta didik mampu memeriksa kembali urutan bilangan yang telah dituliskan sebelum menyampaikan jawaban akhir.

😄 JOYFUL

Melalui permainan “hitung mundur roket” dan lompat angka pada garis bilangan, peserta didik mampu berlatih menghitung maju dan mundur dengan gembira dan penuh semangat.

 3 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

Kode

Alur Tujuan Pembelajaran

3.1

MINDFUL Peserta didik mengamati garis bilangan dan benda konkret dengan tenang untuk mengenal urutan bilangan.

3.2

TP UMUM Peserta didik menghitung maju dan mundur pada bilangan 1–20 menggunakan benda konkret dan garis bilangan. ← inti materi

3.3

MEANINGFUL Peserta didik memahami pola urutan bilangan yang semakin besar melalui hitungan maju benda konkret.

3.4

MEANINGFUL Peserta didik menceritakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan hitungan mundur.

3.5

MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali urutan bilangan sebelum menuliskan jawaban akhir.

3.6

JOYFUL Peserta didik mempraktikkan hitungan maju mundur melalui permainan “hitung mundur roket” dan lompat angka dengan gembira.

 

 4 Model & Metode Pembelajaran

🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis benda konkret dan garis bilangan, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.

🔍 Discovery Learning – siswa menemukan sendiri pola hitungan maju mundur melalui benda konkret dan garis bilangan.

🧑‍🏫 Demonstrasi – guru mencontohkan cara menghitung maju dan mundur menggunakan jari, benda, dan garis bilangan.

💬 Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa menyebutkan urutan bilangan secara bergiliran.

🎲 Permainan Edukatif (Games) – permainan “hitung mundur roket” dan lompat angka pada garis bilangan.

📝 Penugasan – latihan menghitung maju dan mundur bertingkat untuk mengukur pemahaman siswa.

 5 Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah

الْعَلِيم

Al-‘Alim (Yang Maha Mengetahui)

Allah mengetahui jumlah segala sesuatu, bahkan yang tidak bisa kita hitung, seperti bintang di langit.

الْحَسِيب

Al-Hasib (Yang Maha Membuat Perhitungan)

Allah menghitung dan membalas setiap perbuatan kita, sekecil apa pun itu, dengan adil.

الْمُحْصِي

Al-Muhshi (Yang Maha Menghitung)

Allah mencatat dan menghitung segala sesuatu dengan teliti, tidak ada yang terlewat.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-‘Alim mengetahui jumlah segala sesuatu meski sangat banyak. Allah Al-Hasib menghitung dan membalas setiap perbuatan kita dengan adil. Allah Al-Muhshi mencatat dan menghitung segala sesuatu dengan teliti tanpa ada yang terlewat. Hari ini kita akan belajar menghitung maju dan mundur dengan teliti, seperti Allah yang menghitung segala sesuatu dengan sempurna.

🤔 Pertanyaan Perenungan:

1. Allah Al-‘Alim mengetahui jumlah bintang di langit yang sangat banyak. Menurutmu, mengapa kita tetap perlu belajar berhitung meskipun Allah sudah mengetahui segalanya?

2. Allah Al-Hasib menghitung setiap kebaikan yang kita lakukan. Jika kamu berbuat baik 5 kali dalam sehari lalu bertambah 3 kali lagi, berapa jumlah kebaikanmu?

3. Allah Al-Muhshi mencatat segala sesuatu dengan teliti. Menurutmu, mengapa kita perlu menghitung dengan teliti dan tidak boleh asal-asalan?

 6 Yuk, Ingat Lagi! (Mengenal Lambang Bilangan)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1. Angka “5” dibaca “lima”.  B / S

2. Lambang bilangan untuk “tujuh” adalah 6.  B / S

3. Urutan bilangan setelah 8 adalah 9.  B / S

4. Angka 10 lebih besar dari angka 8.  B / S

5. Lambang bilangan “3” dibaca “empat”.  B / S

✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (lambang tujuh adalah 7)   3. Benar   4. Benar   5. Salah (dibaca “tiga”)

 7 Video Pembelajaran

🎬 Tonton video cara menghitung maju dan mundur di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

 8 Ayo Belajar: Menghitung Maju Mundur

🔢 A. Menghitung Maju

Menghitung maju artinya membilang bilangan dari kecil ke besar secara berurutan, misalnya 1, 2, 3, 4, 5, .... Setiap bilangan bertambah 1 dari bilangan sebelumnya.

Contoh: 3, 4, 5, 6, 7. Latihan: lanjutkan hitungan maju dari 6: 6, 7, 8, ....

🔢 B. Menghitung Mundur

Menghitung mundur artinya membilang bilangan dari besar ke kecil secara berurutan, misalnya 10, 9, 8, 7, .... Setiap bilangan berkurang 1 dari bilangan sebelumnya.

Contoh: 8, 7, 6, 5, 4. Latihan: lanjutkan hitungan mundur dari 9: 9, 8, 7, ....

🎲 C. Cara Berlatih dengan Benda Konkret & Garis Bilangan

1. Siapkan benda konkret (kelereng, sedotan, kancing) dan gambar garis bilangan 1–20.

2. Ajak siswa menghitung maju sambil menambahkan benda satu per satu.

3. Ajak siswa menghitung mundur sambil mengambil benda satu per satu, lalu berlatih melompat pada garis bilangan sesuai arah hitungan.

 9 Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

MUDAH

1. Urutan bilangan maju yang benar adalah ....

A. 1, 2, 3, 4

B. 4, 3, 2, 1

C. 2, 4, 1, 3

D. 3, 1, 4, 2

MUDAH

2. Urutan bilangan mundur yang benar adalah ....

A. 1, 2, 3, 4

B. 5, 4, 3, 2

C. 2, 4, 1, 3

D. 3, 1, 4, 2

MUDAH

3. Setelah bilangan 7, bilangan berikutnya (maju) adalah ....

A. 6

B. 8

C. 9

D. 5

SEDANG

4. Sebelum bilangan 5 (hitungan mundur), bilangan berikutnya adalah ....

A. 6

B. 4

C. 7

D. 3

SEDANG

5. Lengkapi urutan berikut: 10, 9, 8, __, 6 → ....

A. 5

B. 7

C. 9

D. 11

SEDANG

6. Lengkapi urutan berikut: 12, 13, __, 15 → ....

A. 14

B. 16

C. 11

D. 10

SEDANG

7. Jika kita menghitung mundur dari 6, urutan yang benar adalah ....

A. 6, 7, 8, 9

B. 6, 5, 4, 3

C. 6, 4, 5, 3

D. 6, 8, 7, 9

SUKAR

8. Andi menghitung maju dari 15 sebanyak 4 langkah. Bilangan terakhir yang disebut Andi adalah ....

A. 18

B. 19

C. 20

D. 17

SUKAR

9. Sebuah roket akan diluncurkan dengan hitungan mundur “5, 4, 3, 2, __”. Bilangan yang tepat untuk melengkapi adalah ....

A. 0

B. 1

C. 6

D. 3

SUKAR

10. Urutan bilangan berikut yang menunjukkan hitungan mundur adalah ....

A. 3, 5, 7, 9

B. 9, 7, 5, 3

C. 2, 4, 6, 8

D. 1, 3, 5, 7

 ✓ Kunci Jawaban

1. A

2. B

3. B

4. B

5. B

6. A

7. B

8. B

9. B

10. B

 10 Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

       Mengenal Asmaul Husna Al-‘Alim, Al-Hasib, dan Al-Muhshi di awal pembelajaran melatih siswa merenungkan ketelitian Allah dalam menghitung segala sesuatu.

       Kegiatan membilang dengan tenang dan berurutan melatih ketelitian siswa membedakan arah hitungan maju dan mundur.

       Memeriksa kembali urutan bilangan sebelum menuliskan jawaban akhir melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

       Hitungan maju dan mundur dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa: menghitung mundur sebelum bermain, menghitung maju saat mengumpulkan mainan.

       Siswa menceritakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan hitungan mundur, misalnya menunggu hari ulang tahun.

😄 Joyful (Menyenangkan)

       Permainan “hitung mundur roket” dan lompat angka pada garis bilangan membuat siswa lebih mudah dan senang berlatih berhitung.

       Kegiatan berhitung sambil bermain membuat siswa antusias tanpa merasa tertekan.

 11 Kesimpulan

Hari ini kita belajar menghitung maju (dari kecil ke besar) dan menghitung mundur (dari besar ke kecil) menggunakan benda konkret dan garis bilangan. Seperti Allah Al-Hasib dan Al-Muhshi yang menghitung segala sesuatu dengan teliti dan tidak ada yang terlewat, mari kita berlatih berhitung dengan teliti dan penuh semangat setiap hari. 🌟


 

PENDIDIKAN PANCASILA

IDENTITAS

Nama Guru                           : Bella Permatasari, S.Pd.

Mapel                                     : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal                      : Selasa / 8 September 2026

Fase / Kelas                           : A / 1 Umar bin Khattab

Materi                                    : Agama dan Kepercayaanku

 1 Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Bhinneka Tunggal Ika – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat mengenal dan menyebutkan agama dan kepercayaan yang dianutnya (nama agama, tempat ibadah, dan kitab suci), mengenal keberagaman agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia, serta menunjukkan sikap saling menghormati antarpemeluk agama dan kepercayaan yang berbeda.

 2 Tujuan Pembelajaran

🎯 TP UMUM

Murid dapat menyebutkan agama yang dianutnya beserta tempat ibadah dan kitab sucinya, serta mengenal keberagaman agama di Indonesia dengan sikap saling menghormati.

🕌 MEANINGFUL

Melalui pengamatan lingkungan sekitar (tempat ibadah, hari besar keagamaan), peserta didik mampu mengaitkan keberagaman agama dengan kehidupan sehari-hari di lingkungannya.

🗣️ MEANINGFUL

Peserta didik mampu menceritakan pengalaman beribadah bersama keluarga sesuai agama yang dianutnya.

🧘 MINDFUL

Melalui kegiatan mengamati gambar tempat-tempat ibadah dengan tenang, peserta didik mampu membedakan ciri masing-masing agama dengan tepat.

🔍 MINDFUL

Peserta didik mampu merefleksikan sikap menghormati teman yang berbeda agama sebelum bersikap atau berbicara.

😄 JOYFUL

Melalui permainan mencocokkan kartu (tempat ibadah – agama – kitab suci), peserta didik mampu mengenal keberagaman agama dengan gembira dan penuh semangat.

 3 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

Kode

Alur Tujuan Pembelajaran

3.1

MINDFUL Peserta didik mengamati gambar tempat ibadah dan simbol keagamaan dengan tenang dan teliti.

3.2

TP UMUM Peserta didik menyebutkan agama yang dianutnya beserta tempat ibadah dan kitab sucinya, serta mengenal keberagaman agama di Indonesia. ← inti materi

3.3

MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan keberagaman agama dengan tempat ibadah dan hari besar di lingkungan sekitar.

3.4

MEANINGFUL Peserta didik menceritakan pengalaman beribadah bersama keluarga.

3.5

MINDFUL Peserta didik merefleksikan sikap menghormati teman yang berbeda agama.

3.6

JOYFUL Peserta didik mempraktikkan pengenalan keberagaman agama melalui permainan mencocokkan kartu dengan gembira.

 

 4 Model & Metode Pembelajaran

🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis pengamatan dan pengalaman nyata, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.

🔍 Discovery Learning – siswa menemukan sendiri informasi tentang tempat ibadah dan kitab suci melalui gambar dan kartu.

🧑‍🏫 Demonstrasi – guru menunjukkan gambar/video tempat-tempat ibadah dari berbagai agama di Indonesia.

💬 Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa menyebutkan agama dan tempat ibadah masing-masing dengan saling menghormati.

🎲 Permainan Edukatif (Games) – permainan mencocokkan kartu tempat ibadah, agama, dan kitab suci.

📝 Penugasan – latihan menyebutkan identitas agama dan sikap toleransi secara bertingkat.

 5 Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah

الْخَالِق

Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan manusia dengan beragam suku, agama, dan kepercayaan.

الرَّحْمَن

Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih)

Allah menyayangi semua makhluk-Nya tanpa membeda-bedakan, maka kita pun harus saling menyayangi meskipun berbeda.

الْعَدْل

Al-‘Adl (Yang Maha Adil)

Allah mengajarkan kita untuk bersikap adil dan menghormati semua orang meskipun berbeda agama dan kepercayaan.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan manusia dengan beragam suku, agama, dan kepercayaan di Indonesia. Allah Ar-Rahman menyayangi semua makhluk-Nya tanpa membeda-bedakan, maka kita pun harus saling menyayangi teman yang berbeda agama. Allah Al-‘Adl mengajarkan kita untuk bersikap adil dan menghormati semua orang, sesuai dengan sila pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang menjunjung tinggi kebebasan beragama dan sikap saling menghormati.

🤔 Pertanyaan Perenungan:

1. Allah Al-Khaliq menciptakan manusia dengan agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Menurutmu, mengapa Allah menciptakan keberagaman tersebut?

2. Allah Ar-Rahman menyayangi semua makhluk-Nya tanpa membeda-bedakan. Bagaimana caramu menunjukkan kasih sayang kepada teman yang berbeda agama denganmu?

3. Allah Al-‘Adl mengajarkan kita untuk bersikap adil. Apa yang akan kamu lakukan jika melihat temanmu diejek karena agamanya berbeda?

 6 Yuk, Ingat Lagi! (Simbol dan Sila Pancasila)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1. Lambang negara Indonesia adalah Burung Garuda.  B / S

2. Pancasila memiliki 4 sila.  B / S

3. Sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.  B / S

4. Semboyan bangsa Indonesia adalah “Bhinneka Tunggal Ika”.  B / S

5. Lambang sila pertama Pancasila adalah bintang.  B / S

✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (Pancasila memiliki 5 sila)   3. Benar   4. Benar   5. Benar

 7 Video Pembelajaran

🎬 Tonton video keberagaman agama di Indonesia di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

 8 Ayo Belajar: Agama dan Kepercayaanku

🕌 A. Mengenal Agama yang Diakui di Indonesia

Islam: tempat ibadah Masjid, kitab suci Al-Qur’an, hari besar Idulfitri dan Iduladha.

Kristen Protestan: tempat ibadah Gereja, kitab suci Alkitab, hari besar Natal dan Paskah.

Katolik: tempat ibadah Gereja, kitab suci Alkitab, hari besar Natal dan Paskah.

Hindu: tempat ibadah Pura, kitab suci Weda, hari besar Nyepi dan Galungan.

Buddha: tempat ibadah Wihara, kitab suci Tripitaka, hari besar Waisak.

Konghucu: tempat ibadah Klenteng, kitab suci Si Shu Wu Jing, hari besar Imlek.

🤝 B. Sikap Menghormati Keberagaman Agama

1. Tidak mengejek teman yang berbeda agama.

2. Membiarkan teman beribadah sesuai kepercayaannya dengan tenang.

3. Saling membantu dan bermain bersama tanpa membeda-bedakan agama.

4. Mengucapkan selamat pada hari besar agama teman yang berbeda.

🎲 C. Cara Berlatih Mengenal Keberagaman

1. Siapkan kartu bergambar tempat ibadah, kitab suci, dan simbol tiap agama.

2. Ajak siswa mencocokkan kartu agama dengan tempat ibadah dan kitab sucinya.

3. Ajak siswa menceritakan agama yang dianutnya masing-masing secara bergiliran dengan sikap saling menghormati.

 9 Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

MUDAH

1. Tempat ibadah umat Islam adalah ....

A. Gereja

B. Masjid

C. Pura

D. Wihara

MUDAH

2. Kitab suci umat Islam adalah ....

A. Alkitab

B. Weda

C. Al-Qur’an

D. Tripitaka

MUDAH

3. Semboyan bangsa Indonesia adalah ....

A. Garuda Pancasila

B. Bhinneka Tunggal Ika

C. Merdeka

D. Pancasila

SEDANG

4. Tempat ibadah umat Hindu adalah ....

A. Masjid

B. Gereja

C. Pura

D. Klenteng

SEDANG

5. Hari besar umat Buddha adalah ....

A. Idulfitri

B. Natal

C. Nyepi

D. Waisak

SEDANG

6. Tempat ibadah umat Konghucu adalah ....

A. Wihara

B. Klenteng

C. Pura

D. Masjid

SEDANG

7. Sila Pancasila yang berkaitan dengan agama adalah sila ke- ....

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

SUKAR

8. Jika temanmu sedang beribadah sesuai agamanya, sikap yang tepat adalah ....

A. mengganggunya

B. menghormati dan tidak mengganggunya

C. mengejeknya

D. menirukannya untuk bercanda

SUKAR

9. Rani beragama Hindu dan akan merayakan hari raya Nyepi. Sikap yang tepat sebagai teman adalah ....

A. mengucapkan selamat dan menghormatinya

B. mengajaknya bermain saat Nyepi

C. mengejeknya

D. tidak peduli

SUKAR

10. Kitab suci umat Kristen dan Katolik adalah ....

A. Al-Qur’an

B. Alkitab

C. Weda

D. Tripitaka


 10 Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

       Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Rahman, dan Al-‘Adl di awal pembelajaran melatih siswa merenungkan keberagaman ciptaan Allah dengan tenang.

       Kegiatan mengamati gambar tempat ibadah dengan tenang melatih ketelitian siswa membedakan ciri masing-masing agama.

       Merefleksikan sikap menghormati teman yang berbeda agama melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

       Keberagaman agama dikaitkan dengan tempat ibadah dan hari besar yang ada di lingkungan sekitar siswa.

       Siswa menceritakan pengalaman beribadah bersama keluarga sesuai agama yang dianutnya.

😄 Joyful (Menyenangkan)

       Permainan mencocokkan kartu tempat ibadah, agama, dan kitab suci membuat siswa lebih mudah dan senang mengenal keberagaman.

       Kegiatan bercerita bergiliran membuat siswa antusias mengenal teman-temannya tanpa merasa canggung.

 11 Kesimpulan

Hari ini kita belajar mengenal agama dan kepercayaan yang kita anut beserta keberagaman agama yang ada di Indonesia. Seperti Allah Ar-Rahman yang menyayangi semua makhluk-Nya dan Allah Al-‘Adl yang mengajarkan sikap adil, mari kita saling menghormati dan menyayangi teman yang berbeda agama, sesuai dengan sila pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. 🌟