Senin, 19 Oktober 2026

Materi Ajar 1 Umar bin Khattab

  

MATERI 1 – MATEMATIKA

IDENTITAS

Nama Guru                           : Bella Permatasari, S.Pd.

Mapel                                    : Matematika

Hari / Tanggal                      : Senin / 19 Oktober 2026

Fase / Kelas                         : A / 1 Umar bin Khattab

Materi                                    : Hubungan Pengurangan dan Penjumlahan

 1 Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Bilangan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, serta memahami hubungan antara penjumlahan dan pengurangan sebagai operasi yang saling berkebalikan.

 2 Tujuan Pembelajaran

🎯 TP UMUM

Murid dapat memahami bahwa pengurangan merupakan kebalikan dari penjumlahan dan menggunakannya untuk memeriksa hasil hitungan.

🔄 MEANINGFUL

Melalui kegiatan menyusun dan membongkar kelompok benda konkret, peserta didik mampu memahami bahwa penjumlahan dan pengurangan saling berkaitan dalam kehidupan sehari-hari.

🗣️ MEANINGFUL

Peserta didik mampu menceritakan situasi sehari-hari yang menunjukkan hubungan antara penjumlahan dan pengurangan, misalnya menabung dan mengeluarkan uang.

🧘 MINDFUL

Melalui kegiatan mengamati kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan dengan tenang dan teliti, peserta didik mampu menemukan pasangan kalimat matematika yang saling berkebalikan (keluarga bilangan).

🔍 MINDFUL

Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil penjumlahan menggunakan pengurangan, atau sebaliknya, sebelum menuliskan jawaban akhir.

😄 JOYFUL

Melalui permainan “keluarga bilangan” menggunakan kartu angka, peserta didik mampu berlatih memahami hubungan penjumlahan dan pengurangan dengan gembira dan penuh semangat.

 3 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

Kode

Alur Tujuan Pembelajaran

3.1

MINDFUL Peserta didik mengamati kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan dengan tenang dan teliti.

3.2

TP UMUM Peserta didik memahami bahwa pengurangan merupakan kebalikan dari penjumlahan dan menggunakannya untuk memeriksa hasil hitungan. ← inti materi

3.3

MEANINGFUL Peserta didik memahami keterkaitan penjumlahan dan pengurangan melalui kegiatan menyusun dan membongkar benda konkret.

3.4

MEANINGFUL Peserta didik menceritakan situasi sehari-hari yang menunjukkan hubungan penjumlahan dan pengurangan.

3.5

MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali hasil penjumlahan menggunakan pengurangan, atau sebaliknya.

3.6

JOYFUL Peserta didik mempraktikkan permainan “keluarga bilangan” menggunakan kartu angka dengan gembira.

 

 4 Model & Metode Pembelajaran

🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis benda konkret dan permainan, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.

🔍 Discovery Learning – siswa menemukan sendiri hubungan penjumlahan dan pengurangan melalui benda konkret.

🧑‍🏫 Demonstrasi – guru mencontohkan cara mengubah kalimat penjumlahan menjadi kalimat pengurangan, dan sebaliknya.

💬 Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa menyebutkan pasangan kalimat matematika yang saling berkebalikan.

🎲 Permainan Edukatif (Games) – permainan “keluarga bilangan” menggunakan kartu angka.

📝 Penugasan – latihan menentukan pasangan penjumlahan dan pengurangan secara bertingkat.

 5 Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah

الْعَدْل

Al-‘Adl (Yang Maha Adil)

Allah menciptakan segala sesuatu secara seimbang, seperti penjumlahan dan pengurangan yang saling melengkapi.

الْمُقْسِط

Al-Muqsith (Yang Maha Adil dalam Memberi Keputusan)

Allah memberikan keseimbangan dalam setiap ciptaan-Nya.

الْحَكِيم

Al-Hakim (Yang Maha Bijaksana)

Allah mengatur segala sesuatu dengan bijaksana, seperti aturan matematika yang teratur dan saling berkaitan.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-‘Adl menciptakan segala sesuatu secara seimbang, seperti penjumlahan dan pengurangan yang saling melengkapi dan berkebalikan. Allah Al-Muqsith memberikan keseimbangan dalam setiap ciptaan-Nya. Allah Al-Hakim mengatur segala sesuatu dengan bijaksana dan teratur, seperti aturan matematika yang saling berkaitan. Hari ini kita akan belajar bagaimana penjumlahan dan pengurangan saling berhubungan.

🤔 Pertanyaan Perenungan:

1. Allah Al-‘Adl menciptakan keseimbangan. Menurutmu, mengapa penjumlahan dan pengurangan disebut saling berkebalikan?

2. Allah Al-Muqsith memberi keseimbangan. Jika 5 + 3 = 8, menurutmu berapa hasil dari 8 − 3?

3. Allah Al-Hakim mengatur segala sesuatu dengan teratur. Mengapa penting memeriksa kembali hasil hitungan kita?

 6 Yuk, Ingat Lagi! (Cerita Pengurangan)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1. “Budi memiliki 8 kelereng. Ia memberikan 3 kelereng.” Ini adalah contoh soal cerita pengurangan.  B / S

2. 8 − 3 hasilnya adalah 6.  B / S

3. Soal cerita pengurangan berkaitan dengan sisa atau berkurang.  B / S

4. Langkah pertama menyelesaikan soal cerita adalah menebak jawaban.  B / S

5. 10 − 4 = 6.  B / S

✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (8 − 3 = 5)   3. Benar   4. Salah (langkah pertama adalah membaca soal dengan teliti)   5. Benar

 7 Video Pembelajaran

🎬 Tonton video hubungan penjumlahan dan pengurangan di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

 8 Ayo Belajar: Hubungan Pengurangan dan Penjumlahan

🔢 A. Mengenal Keluarga Bilangan

Tiga bilangan dapat membentuk dua kalimat penjumlahan dan dua kalimat pengurangan.

Contoh: bilangan 3, 4, dan 7 → 3 + 4 = 7, 4 + 3 = 7, 7 − 3 = 4, 7 − 4 = 3.

🔄 B. Pengurangan sebagai Kebalikan Penjumlahan

Jika 5 + 2 = 7, maka 7 − 2 = 5 dan 7 − 5 = 2.

Pengurangan dapat digunakan untuk memeriksa hasil penjumlahan, begitu pula sebaliknya.

🎲 C. Cara Berlatih dengan Benda Konkret & Kartu Angka

1. Siapkan benda konkret (kelereng, kancing), lalu bentuk dua kelompok, misalnya 4 dan 3.

2. Gabungkan kedua kelompok (4 + 3 = 7), lalu pisahkan kembali (7 − 3 = 4 dan 7 − 4 = 3).

3. Tuliskan keempat kalimat matematika dari ketiga bilangan tersebut.

 9 Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

MUDAH

1. Jika 3 + 4 = 7, maka 7 − 4 = ....

A. 2

B. 3

C. 4

D. 5

MUDAH

2. Jika 5 + 2 = 7, maka 7 − 2 = ....

A. 3

B. 4

C. 5

D. 6

MUDAH

3. Bilangan 2, 5, dan 7 dapat membentuk kalimat ....

A. 2 + 5 = 7

B. 2 + 7 = 9

C. 5 + 7 = 12

D. 2 − 5 = 7

SEDANG

4. Jika 6 + 3 = 9, maka kalimat pengurangan yang benar adalah ....

A. 9 − 6 = 3

B. 9 − 3 = 7

C. 6 − 9 = 3

D. 9 + 3 = 6

SEDANG

5. Pasangan kalimat matematika dari bilangan 4, 5, dan 9 adalah ....

A. 4 + 5 = 9 dan 9 − 5 = 4

B. 4 + 9 = 13

C. 5 − 9 = 4

D. 9 + 5 = 4

SEDANG

6. Jika 10 − 4 = 6, maka kalimat penjumlahan yang benar adalah ....

A. 6 + 4 = 10

B. 10 + 4 = 14

C. 6 − 4 = 10

D. 4 + 10 = 6

SEDANG

7. Pengurangan dapat digunakan untuk ... hasil penjumlahan.

A. menghapus

B. memeriksa

C. mengabaikan

D. mengubah

SUKAR

8. Jika 7 + 2 = 9, manakah pernyataan berikut yang BENAR?

A. 9 − 2 = 7

B. 9 − 7 = 9

C. 2 − 9 = 7

D. 9 + 7 = 2

SUKAR

9. Rani menghitung 6 + 5 = 11. Untuk memeriksa jawabannya, Rani dapat menghitung ....

A. 11 − 5 = 6

B. 11 + 5 = 16

C. 6 − 5 = 1

D. 5 − 6 = -1

SUKAR

10. Dari bilangan 3, 6, dan 9, kalimat matematika yang TIDAK tepat adalah ....

A. 3 + 6 = 9

B. 9 − 6 = 3

C. 9 − 3 = 6

D. 3 − 9 = 6

 ✓ Kunci Jawaban

1. B

2. C

3. A

4. A

5. A

6. A

7. B

8. A

9. A

10. D

 10 Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

●       Mengenal Asmaul Husna Al-‘Adl, Al-Muqsith, dan Al-Hakim di awal pembelajaran melatih siswa merenungkan keseimbangan dan keteraturan ciptaan Allah.

●       Kegiatan mengamati kalimat matematika dengan tenang melatih ketelitian siswa menemukan pasangan penjumlahan dan pengurangan.

●       Memeriksa kembali hasil hitungan menggunakan operasi kebalikannya melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

●       Hubungan penjumlahan dan pengurangan dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa, seperti menabung dan mengeluarkan uang.

●       Siswa menceritakan situasi sehari-hari yang menunjukkan hubungan penjumlahan dan pengurangan.

😄 Joyful (Menyenangkan)

●       Permainan “keluarga bilangan” menggunakan kartu angka membuat siswa lebih mudah dan senang memahami hubungan kedua operasi.

●       Kegiatan menyusun dan membongkar benda konkret membuat siswa antusias belajar tanpa merasa tertekan.

 11 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa penjumlahan dan pengurangan saling berkebalikan dan dapat digunakan untuk memeriksa hasil hitungan satu sama lain. Seperti Allah Al-‘Adl yang menciptakan keseimbangan dan Allah Al-Hakim yang mengatur segala sesuatu dengan teratur, mari kita terus berlatih berhitung dengan teliti dan penuh semangat. 🌟


 

MATERI 2 – PENDIDIKAN PANCASILA

IDENTITAS

Nama Guru                           : Bella Permatasari, S.Pd.

Mapel                                     : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal                      : Senin / 19 Oktober 2026

Fase / Kelas                           : A / 1 Umar bin Khattab

Materi                                    : Manfaat Aturan di Rumah

 1 Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat mengidentifikasi aturan yang berlaku di rumah dan menjelaskan manfaat menaati aturan tersebut bagi diri sendiri dan keluarga.

 2 Tujuan Pembelajaran

🎯 TP UMUM

Murid dapat menyebutkan aturan-aturan di rumah dan menjelaskan manfaat menaati aturan tersebut.

🏠 MEANINGFUL

Melalui pengamatan kegiatan sehari-hari di rumah (merapikan mainan, makan tepat waktu, izin keluar rumah), peserta didik mampu mengaitkan aturan rumah dengan kehidupannya sehari-hari.

🗣️ MEANINGFUL

Peserta didik mampu menceritakan pengalamannya menaati atau melanggar aturan di rumah beserta akibatnya.

🧘 MINDFUL

Melalui kegiatan mengamati contoh aturan di rumah dengan tenang, peserta didik mampu membedakan sikap menaati dan melanggar aturan.

🔍 MINDFUL

Peserta didik mampu merefleksikan sikapnya sendiri dalam menaati aturan di rumah.

😄 JOYFUL

Melalui permainan peran menirukan kegiatan menaati aturan di rumah, peserta didik mampu belajar dengan gembira dan penuh semangat.

 3 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

Kode

Alur Tujuan Pembelajaran

3.1

MINDFUL Peserta didik mengamati contoh aturan di rumah dengan tenang dan teliti.

3.2

TP UMUM Peserta didik menyebutkan aturan-aturan di rumah dan menjelaskan manfaat menaati aturan tersebut. ← inti materi

3.3

MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan aturan rumah dengan kegiatan sehari-hari siswa.

3.4

MEANINGFUL Peserta didik menceritakan pengalaman menaati atau melanggar aturan di rumah beserta akibatnya.

3.5

MINDFUL Peserta didik merefleksikan sikapnya sendiri dalam menaati aturan di rumah.

3.6

JOYFUL Peserta didik mempraktikkan bermain peran menaati aturan di rumah dengan gembira.

 

 4 Model & Metode Pembelajaran

🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis pengamatan dan pengalaman nyata, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.

🔍 Discovery Learning – siswa menemukan sendiri berbagai aturan yang berlaku di rumah masing-masing.

🧑‍🏫 Demonstrasi – guru mencontohkan sikap menaati aturan di rumah melalui cerita atau gambar.

💬 Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa menyebutkan aturan di rumah dan manfaatnya.

🎭 Permainan Peran (Role Play) – siswa memerankan kegiatan menaati aturan di rumah, seperti merapikan mainan.

📝 Penugasan – latihan menuliskan aturan di rumah dan manfaatnya secara bertingkat.

 5 Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah

الْحَكِيم

Al-Hakim (Yang Maha Bijaksana)

Allah membuat aturan yang bijaksana untuk kebaikan hamba-Nya, seperti aturan di rumah untuk kebaikan keluarga.

الْحَافِظ

Al-Hafizh (Yang Maha Memelihara)

Allah menjaga kita, dan aturan di rumah dibuat untuk menjaga keselamatan dan kebaikan keluarga.

الرَّشِيد

Ar-Rasyid (Yang Maha Pemberi Petunjuk)

Allah memberi petunjuk jalan yang benar, seperti aturan di rumah yang menuntun kita berperilaku baik.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Hakim membuat aturan yang bijaksana untuk kebaikan hamba-Nya, seperti orang tua membuat aturan di rumah untuk kebaikan keluarga. Allah Al-Hafizh menjaga kita, dan aturan di rumah dibuat untuk menjaga keselamatan dan kebaikan kita. Allah Ar-Rasyid memberi petunjuk jalan yang benar, seperti aturan di rumah yang menuntun kita berperilaku baik. Hari ini kita akan belajar tentang manfaat menaati aturan di rumah.

🤔 Pertanyaan Perenungan:

1. Allah Al-Hakim membuat aturan yang bijaksana. Menurutmu, mengapa orang tua membuat aturan di rumah?

2. Allah Al-Hafizh menjaga kita. Aturan apa di rumahmu yang menjagamu agar tetap aman?

3. Allah Ar-Rasyid memberi petunjuk jalan yang benar. Apa yang terjadi jika kita tidak menaati aturan di rumah?

 6 Yuk, Ingat Lagi! (Hidup Rukun dalam Keberagaman)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1. Hidup rukun artinya hidup damai dan saling menghormati.  B / S

2. Kita boleh bertengkar dengan teman yang berbeda pendapat.  B / S

3. Bekerja sama sebaiknya dilakukan tanpa membeda-bedakan teman.  B / S

4. Hidup rukun membuat suasana menjadi tidak nyaman.  B / S

5. Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan persatuan meski berbeda-beda.  B / S

✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (sebaiknya diselesaikan dengan baik, bukan bertengkar)   3. Benar   4. Salah (hidup rukun membuat suasana damai dan nyaman)   5. Benar

 7 Video Pembelajaran

🎬 Tonton video manfaat menaati aturan di rumah di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

 8 Ayo Belajar: Manfaat Aturan di Rumah

🏠 A. Mengenal Aturan di Rumah

Contoh aturan di rumah: bangun pagi, merapikan tempat tidur, makan tepat waktu, meminta izin sebelum keluar rumah, belajar setiap hari, dan tidur tidak terlalu malam.

Aturan di rumah dibuat oleh orang tua untuk kebaikan seluruh anggota keluarga.

✨ B. Manfaat Menaati Aturan di Rumah

1. Membuat hidup lebih teratur dan disiplin.

2. Menjaga keselamatan dan kesehatan diri.

3. Membuat suasana rumah menjadi nyaman dan tenteram.

4. Melatih tanggung jawab sejak kecil.

⚠️ C. Akibat Jika Tidak Menaati Aturan

Rumah menjadi berantakan jika tidak merapikan barang, bisa terjadi hal yang tidak diinginkan jika tidak meminta izin saat keluar rumah, dan orang tua menjadi khawatir serta sedih.

📝 D. Cara Berlatih Menaati Aturan di Rumah

1. Tuliskan tiga aturan yang berlaku di rumahmu.

2. Ceritakan manfaat yang kamu rasakan saat menaati aturan tersebut.

3. Praktikkan satu aturan rumah secara konsisten selama seminggu.

 9 Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

MUDAH

1. Aturan di rumah dibuat oleh ... untuk kebaikan keluarga.

A. orang tua

B. tetangga

C. teman

D. guru

MUDAH

2. Salah satu contoh aturan di rumah adalah ....

A. bermain sepanjang hari

B. merapikan tempat tidur

C. tidak belajar

D. tidur larut malam

MUDAH

3. Jika kita menaati aturan di rumah, hidup kita akan menjadi ....

A. berantakan

B. lebih teratur

C. tidak disiplin

D. membahayakan

SEDANG

4. Manfaat menaati aturan di rumah adalah ....

A. membuat rumah berantakan

B. menjaga keselamatan dan kesehatan diri

C. membuat orang tua khawatir

D. membuat suasana tidak nyaman

SEDANG

5. Sebelum keluar rumah, sebaiknya kita ....

A. langsung pergi

B. meminta izin kepada orang tua

C. tidak memberi tahu siapa pun

D. pergi tanpa pamit

SEDANG

6. Jika kamar tidak dirapikan, akibatnya adalah ....

A. kamar menjadi rapi

B. kamar menjadi berantakan

C. tidak ada akibatnya

D. kamar menjadi bersih

SEDANG

7. Aturan di rumah sebaiknya ditaati karena ....

A. untuk kebaikan diri sendiri dan keluarga

B. untuk menyusahkan anak

C. tidak penting

D. hanya formalitas

SUKAR

8. Jika adikmu lupa merapikan mainannya, sikap yang tepat adalah ....

A. membiarkannya

B. mengingatkannya dengan baik

C. memarahinya

D. ikut tidak merapikan

SUKAR

9. Mengapa aturan “makan tepat waktu” bermanfaat bagi kita?

A. agar kesehatan tubuh tetap terjaga

B. agar kita kelaparan

C. tidak ada manfaatnya

D. agar kita sering sakit

SUKAR

10. Menurutmu, apa yang terjadi jika seluruh anggota keluarga menaati aturan di rumah dengan baik?

A. rumah menjadi tenteram dan nyaman

B. rumah menjadi berantakan

C. keluarga menjadi tidak harmonis

D. tidak ada pengaruhnya

 ✓ Kunci Jawaban

1. A

2. B

3. B

4. B

5. B

6. B

7. A

8. B

9. A

10. A

 10 Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

●       Mengenal Asmaul Husna Al-Hakim, Al-Hafizh, dan Ar-Rasyid di awal pembelajaran melatih siswa merenungkan hikmah di balik aturan yang dibuat untuk kebaikan.

●       Kegiatan mengamati contoh aturan di rumah dengan tenang melatih siswa membedakan sikap menaati dan melanggar aturan.

●       Merefleksikan sikap diri dalam menaati aturan di rumah melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

●       Aturan rumah dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari nyata siswa, seperti merapikan mainan dan meminta izin.

●       Siswa menceritakan pengalamannya menaati atau melanggar aturan di rumah beserta akibatnya.

😄 Joyful (Menyenangkan)

●       Permainan peran menirukan kegiatan menaati aturan di rumah membuat siswa lebih mudah dan senang memahami manfaatnya.

●       Kegiatan praktik langsung membuat siswa antusias belajar tanpa merasa tertekan.

 11 Kesimpulan

Hari ini kita belajar tentang berbagai aturan di rumah dan manfaatnya, yaitu membuat hidup lebih teratur, menjaga keselamatan, dan membuat suasana rumah menjadi nyaman. Seperti Allah Al-Hakim yang membuat aturan dengan bijaksana dan Allah Al-Hafizh yang menjaga kita, mari kita selalu menaati aturan di rumah dengan penuh tanggung jawab. 🌟

Selasa, 13 Oktober 2026

Materi Ajar 1 Umar bin Khattab

  

 

M

A

T

E

M

A

T

I

K

A

Rangkuman Materi Ajar & Kisi-Kisi  •  Kelas 1 SD

STS Ganjil  •  SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung  •  Tahun Pelajaran 2026/2027

 

 


IDENTITAS

Nama Guru                           : Bella Permatasari, S.Pd.

Mapel                                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal                      : Rabu / 14 Oktober 2026

Fase / Kelas                           : A / 1 Umar bin Khattab



Total 35 soal: 20 pilihan ganda (PG), 10 isian, dan 5 uraian. Materi pokoknya adalah bilangan sampai 20, penjumlahan, pengurangan, dan soal cerita.

Peta Kisi-Kisi: Bobot Soal per Materi

1. Menghitung Banyak Benda

PG 1, 9  •  Isian 9

3 soal

 

 

2. Bilangan Sebelum, Sesudah, dan di Antara

PG 2, 3, 7  •  Isian 5, 6

5 soal

 

 

3. Lambang dan Nama Bilangan

PG 5  •  Isian 10

2 soal

 

 

4. Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan

PG 4, 6  •  Isian 8

3 soal

 

 

5. Pola Bilangan

PG 8  •  Isian 7

2 soal

 

 

6. Penjumlahan sampai 20

PG 10–14  •  Isian 1, 2

7 soal

 

 

7. Pengurangan sampai 20

PG 15–20  •  Isian 3, 4

8 soal

 

 

8. Soal Cerita dan Menyusun Cerita

Uraian 1, 2, 3, 4, 5

5 soal

 

 

Jalur Belajar: Dari yang Mudah ke yang Menantang

Menghitung Banyak Benda

Kamu harus bisa: Menghitung banyak benda pada gambar sampai 20.

●   Tunjuk dan sentuh tiap benda saat menghitung.

●   Beri tanda pada benda yang sudah dihitung agar tidak terhitung dua kali.

●   Bilangan yang terakhir disebut adalah banyak benda seluruhnya.

●   Kelompokkan lima-lima agar lebih cepat.

1

Contoh: hitung benda di dalam kotak

Hitung satu per satu: 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ada 6 benda.

Soal: PG 1, 9  •  Isian 9

Bilangan Sebelum, Sesudah, dan di Antara

Kamu harus bisa: Menentukan bilangan sebelum, sesudah, dan di antara dua bilangan.

●   Sebelum: satu bilangan lebih kecil (kurang 1).

●   Sesudah: satu bilangan lebih besar (lebih 1).

●   Di antara: bilangan yang berada di tengah dua bilangan.

●   Contoh: sebelum 16 adalah 15; sesudah 16 adalah 17; di antara 16 dan 18 adalah 17.

2

Contoh pada garis bilangan

13: sebelumnya 12, sesudahnya 14.

Soal: PG 2, 3, 7  •  Isian 5, 6

Lambang dan Nama Bilangan

Kamu harus bisa: Menulis lambang bilangan dan membaca nama bilangan sampai 20.

●   Bilangan belasan: 1 puluhan dan beberapa satuan, kata “belas” berarti 10 lebih.

●   Tulis puluhan dulu, lalu satuan. Dua belas ditulis 12, bukan 21.

●   Baca lambang bilangan dengan nama yang benar, dan tulis nama bilangan dengan huruf.

3

Daftar lambang dan nama bilangan

11

sebelas

16

enam belas

12

dua belas

17

tujuh belas

13

tiga belas

18

delapan belas

14

empat belas

19

sembilan belas

15

lima belas

20

dua puluh

Soal: PG 5  •  Isian 10

Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan

Kamu harus bisa: Memakai tanda >, <, = dan mengurutkan bilangan dari terkecil ke terbesar.

●   Mulut tanda > dan < selalu membuka ke bilangan yang lebih besar.

●   Bilangan yang sama ditulis dengan tanda sama dengan (=).

●   Terkecil ke terbesar: mulai dari bilangan paling kecil.

●   Cara mudah: cari bilangan terkecil dulu, lalu cari yang paling kecil berikutnya.

4

Tanda perbandingan

> 

lebih besar

9 > 4

< 

lebih kecil

3 < 7

=

sama dengan

5 = 5

Mengurutkan: 6, 2, 9 → 2, 6, 9 (terkecil ke terbesar).

Soal: PG 4, 6  •  Isian 8

Pola Bilangan

Kamu harus bisa: Menemukan aturan pola dan melanjutkan pola bilangan.

●   Pola bilangan adalah bilangan yang tersusun dengan aturan yang sama.

●   Cari selisih antara dua bilangan yang berdekatan, misalnya selalu bertambah 2.

●   Lanjutkan pola dengan aturan yang sama.

●   Contoh lain: 5, 10, 15 bertambah 5 setiap kali.

5

Contoh pola: loncat 2

1

3

5

7

?

Setiap bilangan ditambah 2, jadi ? = 9.

Soal: PG 8  •  Isian 7

Penjumlahan sampai 20

Kamu harus bisa: Menjumlahkan dua bilangan dengan hasil sampai 20.

●   Penjumlahan berarti menggabungkan, ditulis dengan tanda +.

●   Mulai dari bilangan yang lebih besar, lalu hitung maju.

●   Cara membuat sepuluh: genapkan ke 10 dulu, lalu tambahkan sisanya.

●   Urutan boleh ditukar: 3 + 5 sama dengan 5 + 3.

6

Contoh: 8 + 4

8 + 2 = 10, lalu 10 + 2 = 12. Jadi 8 + 4 = 12.

Soal: PG 10–14  •  Isian 1, 2

Pengurangan sampai 20

Kamu harus bisa: Mengurangkan bilangan sampai 20, termasuk dari gambar.

●   Pengurangan berarti mengambil atau memisahkan, ditulis dengan tanda −.

●   Hitung mundur, atau turun dulu ke 10, lalu kurangi sisanya.

●   Cek hasil: pengurangan adalah kebalikan penjumlahan. 11 − 3 = 8 karena 8 + 3 = 11.

●   Pada gambar, benda yang diberi tanda silang berarti diambil.

7

Contoh: 14 − 6

14 − 4 = 10, lalu 10 − 2 = 8. Jadi 14 − 6 = 8.

Soal: PG 15–20  •  Isian 3, 4

Soal Cerita dan Menyusun Cerita

Kamu harus bisa: Menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan; membuat cerita penjumlahan.

●   1. Baca soal pelan-pelan dan cari bilangan yang diketahui.

●   2. Pilih tanda: tambah (+) atau kurang (−).

●   3. Tulis kalimat matematika dan hitung hasilnya.

●   4. Jawab lengkap: “Jadi, …” dengan satuan yang benar.

●   Membuat cerita penjumlahan: pilih dua bilangan yang jumlahnya 10, misalnya 1 + 9, 2 + 8, 3 + 7, 4 + 6, atau 5 + 5.

8

Contoh soal cerita

Rani punya 7 balon. Lalu 3 balon terbang. Berapa sisa balon Rani?

7 − 3 = 4. Jadi, sisa balon Rani ada 4 buah.

 

Menambah (+)

Mengurangi (−)

jumlah, lagi, datang lagi, menambah

sisa, diberikan, diambil, dimakan

Soal: Uraian 1, 2, 3, 4, 5

Kata Kunci Soal Cerita

+  Menambah

jumlah, lagi, datang lagi

−  Mengurangi

sisa, diberikan, diambil

=  Sama dengan

hasil, sama besar

Fokus Belajar Sebelum STS

★  Hitung banyak benda pada gambar dengan teliti.

★  Tentukan bilangan sebelum, sesudah, dan di antara.

★  Tulis lambang bilangan 11 sampai 20 dan baca namanya.

★  Bandingkan dengan tanda >, <, = dan urutkan bilangan.

★  Temukan aturan pola lalu lanjutkan.

★  Hafalkan penjumlahan sampai 20 dengan cara membuat sepuluh.

★  Latih pengurangan sampai 20 dan periksa dengan penjumlahan.

★  Kerjakan soal cerita dengan kalimat matematika dan jawaban “Jadi, …”.