MATERI 1 – MATEMATIKA
IDENTITAS
Nama
Guru : Bella Permatasari, S.Pd.
Mapel : Matematika
Hari
/ Tanggal : Senin / 2 November 2026
Fase
/ Kelas : A / 1 Umar bin Khattab
Materi : Cerita Pengurangan
1 Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Bilangan – Fase A (Kelas I dan II)
Pada akhir
Fase A, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number
sense) pada bilangan cacah sampai 100, serta menyelesaikan masalah
sehari-hari yang berkaitan dengan pengurangan bilangan dua angka melalui
soal cerita.
2 Tujuan Pembelajaran
🎯 TP UMUM
Murid dapat
menyelesaikan soal cerita pengurangan bilangan dua angka menggunakan
pengurangan bersusun dan garis bilangan.
🛒 MEANINGFUL
Melalui soal
cerita tentang kejadian sehari-hari (kelereng, buku, buah, atau uang jajan),
peserta didik mampu memahami makna pengurangan bilangan dua angka dalam
konteks nyata.
🗣️ MEANINGFUL
Peserta
didik mampu membuat soal cerita pengurangan bilangan dua angka berdasarkan
pengalamannya sendiri.
🧘 MINDFUL
Melalui
kegiatan membaca soal cerita dengan tenang dan teliti, peserta didik mampu
menentukan bilangan awal dan bilangan yang berkurang dengan tepat.
🔍 MINDFUL
Peserta
didik mampu memeriksa kembali hasil pengurangannya menggunakan penjumlahan
sebelum menuliskan jawaban akhir.
😄 JOYFUL
Melalui
permainan “toko kelereng” (jual beli sederhana), peserta didik mampu berlatih
menyelesaikan soal cerita pengurangan dengan gembira dan penuh semangat.
3 Alur Tujuan Pembelajaran
(ATP)
Berikut alur
pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful),
pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga
penerapannya secara menyenangkan (joyful):
|
Kode |
Alur
Tujuan Pembelajaran |
|
3.1 |
MINDFUL
Peserta
didik membaca dan mengamati soal cerita pengurangan dengan tenang dan teliti. |
|
3.2 |
TP
UMUM Peserta
didik menyelesaikan soal cerita pengurangan bilangan dua angka menggunakan
pengurangan bersusun dan garis bilangan. ← inti materi |
|
3.3 |
MEANINGFUL
Peserta
didik memahami makna pengurangan bilangan dua angka dalam konteks nyata
melalui soal cerita. |
|
3.4 |
MEANINGFUL
Peserta
didik membuat soal cerita pengurangan berdasarkan pengalaman sendiri. |
|
3.5 |
MINDFUL
Peserta
didik memeriksa kembali hasil pengurangan menggunakan penjumlahan. |
|
3.6 |
JOYFUL
Peserta
didik mempraktikkan soal cerita pengurangan melalui permainan “toko kelereng”
dengan gembira. |
4 Model & Metode
Pembelajaran
🌱
Model: Pembelajaran
Mendalam (Deep Learning) berbasis soal cerita dan pengalaman nyata,
memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍
Discovery Learning – siswa menemukan sendiri cara menyelesaikan
soal cerita pengurangan dua angka melalui benda konkret.
🧑🏫
Demonstrasi – guru mencontohkan cara membaca soal cerita,
menulis kalimat matematika, dan menghitung secara bersusun.
💬
Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa berdiskusi menentukan bilangan awal dan
bilangan yang berkurang.
🎲
Permainan Edukatif (Games) – permainan “toko kelereng” untuk berlatih jual
beli sederhana.
📝
Penugasan – latihan soal cerita pengurangan secara
bertingkat.
5 Pembukaan: Mengenal
Kebesaran Allah
الْقَابِض
Al-Qabidh (Yang Maha Menyempitkan
Rezeki)
Allah
menyempitkan rezeki dengan hikmah-Nya, mengajarkan kita untuk bersabar saat
sesuatu yang kita miliki berkurang.
الْبَاسِط
Al-Basith (Yang Maha Melapangkan
Rezeki)
Allah
melapangkan rezeki hamba-Nya, mengajarkan kita untuk senang berbagi saat
memiliki lebih.
الشَّكُور
Asy-Syakur (Yang Maha Mensyukuri)
Allah
menghargai setiap kebaikan, mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas yang
tersisa.
💡
Kaitan dengan Materi Hari Ini
Allah
Al-Qabidh menyempitkan dan Allah Al-Basith melapangkan rezeki sesuai
hikmah-Nya, sehingga ada saat harta kita bertambah dan ada saat berkurang.
Allah Asy-Syakur mengajarkan kita untuk bersyukur atas apa pun yang masih kita
miliki. Hari ini kita belajar menghitung sisa dari sesuatu yang berkurang
melalui cerita sehari-hari.
🤔 Pertanyaan Perenungan:
1. Allah
Al-Qabidh mengajarkan kesabaran. Bagaimana perasaanmu jika mainan atau
jajananmu berkurang karena dibagikan?
2. Allah
Al-Basith melapangkan rezeki. Apa yang bisa kamu bagikan kepada temanmu hari
ini?
3. Allah
Asy-Syakur menyukai orang yang bersyukur. Mengapa kita perlu bersyukur atas
sisa yang masih kita miliki?
6 Yuk, Ingat Lagi!
(Pengurangan)
Sebelum belajar
materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan
berikut ini!
1.
15 − 4 = 11. B / S
2.
27 − 13 = 15. B / S
3.
Pengurangan bersusun dimulai dari angka
satuan. B
/ S
4.
45 − 20 = 25. B / S
5.
56 − 23 = 34. B / S
✅
Kunci Jawaban Review:
1.
Benar 2. Salah (27 − 13 = 14) 3. Benar
4. Benar 5. Salah (56 − 23 = 33)
7 Video Pembelajaran
🎬 Tonton video cara menyelesaikan soal
cerita pengurangan bilangan dua angka di atas sebelum melanjutkan membaca
materi, ya!
8 Ayo Belajar: Cerita
Pengurangan
📖
A. Contoh Soal Cerita Pengurangan Dua Angka
“Ibu
memiliki 45 butir telur. Sebanyak 20 butir telur dipakai untuk membuat kue.
Berapa sisa telur Ibu?”
Kalimat
matematika: 45 − 20 = 25. Jadi, sisa telur Ibu adalah 25 butir.
“Andi
memiliki 68 kelereng. Ia memberikan 24 kelereng kepada temannya. Berapa sisa
kelereng Andi?”
Kalimat
matematika: 68 − 24 = 44. Jadi, sisa kelereng Andi adalah 44 butir.
🔢
B. Langkah Menyelesaikan Soal Cerita
1. Baca soal cerita
dengan tenang dan teliti.
2. Tentukan bilangan
awal dan bilangan yang berkurang.
3. Tuliskan kalimat
matematikanya, misalnya 45 − 20 = ....
4. Hitung secara
bersusun, mulai dari satuan lalu puluhan.
5. Periksa hasilnya
dengan penjumlahan: sisa + yang berkurang = bilangan awal (25 + 20 = 45).
🎲
C. Cara Berlatih
1. Siapkan kelereng
atau sedotan sebagai benda konkret.
2. Ambil sebagian
benda sesuai cerita, lalu hitung sisanya.
3. Buatlah satu soal
cerita pengurangan milikmu sendiri, lalu tukarkan dengan temanmu.
9 Ayo Berlatih! (10 Soal
Pilihan Ganda)
MUDAH
1.
Dito memiliki 30 kelereng. Ia memberikan 10 kelereng kepada adiknya. Sisa
kelereng Dito adalah ....
A. 10
B. 20
C. 30
D. 40
MUDAH
2.
Ibu membeli 25 apel. Sebanyak 5 apel dimakan. Sisa apel adalah ....
A. 15
B. 20
C. 25
D. 30
MUDAH
3.
48 − 12 = ....
A. 34
B. 35
C. 36
D. 60
SEDANG
4.
Ani memiliki 59 stiker. Ia memberikan 24 stiker kepada temannya. Sisa stiker
Ani adalah ....
A. 33
B. 34
C. 35
D. 36
SEDANG
5.
Sebuah toko memiliki 76 buku. Sebanyak 32 buku terjual. Sisa buku di toko
adalah ....
A. 42
B. 43
C. 44
D. 45
SEDANG
6.
Pak Budi memiliki 87 ekor bebek. Sebanyak 41 ekor dijual. Sisa bebek Pak Budi
adalah ....
A. 44
B. 45
C. 46
D. 47
SEDANG
7.
Kalimat matematika yang tepat untuk soal “Ibu memiliki 64 kue, lalu diberikan
23 kue kepada tetangga” adalah ....
A. 64 − 23 = 41
B. 64 + 23 = 87
C. 23 − 64 = 41
D. 64 − 41 = 23
SUKAR
8.
Rina memiliki 78 manik-manik. Sebanyak 35 manik-manik dipakai untuk membuat
gelang. Sisa manik-manik Rina adalah ....
A. 41
B. 42
C. 43
D. 44
SUKAR
9.
Sebuah sekolah memiliki 96 kursi. Sebanyak 34 kursi dipindahkan ke aula. Sisa
kursi di sekolah adalah ....
A. 60
B. 61
C. 62
D. 63
SUKAR
10.
Untuk memeriksa hasil 78 − 35 = 43, kita dapat menghitung ....
A. 43 + 35 = 78
B. 43 − 35
C. 78 + 35
D. 35 − 43
✓ Kunci Jawaban
1. B
2. B
3. C
4. C
5. C
6. C
7. A
8. C
9. C
10. A
10 Jejak Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran hari
ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur
berikut:
🧘 Mindful
(Kesadaran Penuh)
● Mengenal
Asmaul Husna Al-Qabidh, Al-Basith, dan Asy-Syakur di awal pembelajaran melatih
siswa merenungkan kesabaran dan rasa syukur saat sesuatu berkurang.
● Kegiatan
membaca soal cerita dengan tenang melatih ketelitian siswa menentukan bilangan
awal dan yang berkurang.
● Memeriksa
hasil pengurangan dengan penjumlahan melatih kesadaran diri siswa.
🎯 Meaningful
(Bermakna)
● Soal cerita
pengurangan dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa, seperti berbagi kelereng
atau menghitung sisa jajan.
● Siswa
membuat soal cerita pengurangan sendiri berdasarkan pengalamannya.
😄 Joyful
(Menyenangkan)
● Permainan
“toko kelereng” membuat siswa lebih mudah dan senang berlatih pengurangan.
● Kegiatan
bertukar soal cerita dengan teman membuat siswa antusias tanpa merasa tertekan.
11 Kesimpulan
Hari ini kita
belajar menyelesaikan soal cerita pengurangan bilangan dua angka dengan
membaca soal teliti, menulis kalimat matematika, menghitung secara bersusun,
lalu memeriksa dengan penjumlahan. Seperti Allah Asy-Syakur yang menghargai
rasa syukur, mari kita bersyukur atas yang tersisa dan terus berlatih berhitung
dengan teliti. 🌟
MATERI 2 – PENDIDIKAN
PANCASILA
IDENTITAS
Nama
Guru : Bella Permatasari, S.Pd.
Mapel : Pendidikan Pancasila
Hari
/ Tanggal : Senin / 2 November 2026
Fase
/ Kelas : A / 1 Umar bin Khattab
Materi : Aturan di Sekolah dan Lingkungan
1 Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
– Fase A (Kelas I dan II)
Pada akhir
Fase A, peserta didik dapat mengidentifikasi aturan yang berlaku di sekolah
dan lingkungan sekitar, menjelaskan manfaatnya, serta menunjukkan sikap
menaati aturan tersebut.
2 Tujuan Pembelajaran
🎯 TP UMUM
Murid dapat menyebutkan
aturan di sekolah dan lingkungan sekitar serta menunjukkan sikap menaatinya.
🏫 MEANINGFUL
Melalui
pengamatan kegiatan sehari-hari di sekolah (datang tepat waktu, antre, membuang
sampah pada tempatnya), peserta didik mampu mengaitkan aturan dengan
kehidupannya sehari-hari.
🗣️ MEANINGFUL
Peserta
didik mampu menceritakan pengalamannya menaati aturan di sekolah atau
lingkungan beserta manfaatnya.
🧘 MINDFUL
Melalui
kegiatan mengamati contoh sikap menaati dan melanggar aturan dengan tenang,
peserta didik mampu membedakan keduanya dengan tepat.
🔍 MINDFUL
Peserta
didik mampu merefleksikan sikapnya sendiri dalam menaati aturan di sekolah.
😄 JOYFUL
Melalui
permainan peran menirukan kegiatan menaati aturan di sekolah, peserta didik
mampu belajar dengan gembira dan penuh semangat.
3 Alur Tujuan Pembelajaran
(ATP)
Berikut alur
pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful),
pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga
penerapannya secara menyenangkan (joyful):
|
Kode |
Alur
Tujuan Pembelajaran |
|
3.1 |
MINDFUL
Peserta
didik mengamati contoh sikap menaati dan melanggar aturan dengan tenang dan
teliti. |
|
3.2 |
TP
UMUM Peserta
didik menyebutkan aturan di sekolah dan lingkungan sekitar serta menunjukkan
sikap menaatinya. ← inti materi |
|
3.3 |
MEANINGFUL
Peserta
didik mengaitkan aturan dengan kegiatan sehari-hari di sekolah. |
|
3.4 |
MEANINGFUL
Peserta
didik menceritakan pengalaman menaati aturan beserta manfaatnya. |
|
3.5 |
MINDFUL
Peserta
didik merefleksikan sikapnya sendiri dalam menaati aturan di sekolah. |
|
3.6 |
JOYFUL
Peserta
didik mempraktikkan bermain peran menaati aturan di sekolah dengan gembira. |
4 Model & Metode
Pembelajaran
🌱
Model: Pembelajaran
Mendalam (Deep Learning) berbasis pengamatan dan pengalaman nyata,
memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍
Discovery Learning – siswa menemukan sendiri berbagai aturan yang
berlaku di sekolah dan lingkungan.
🧑🏫
Demonstrasi – guru mencontohkan sikap menaati aturan melalui
cerita atau gambar.
💬
Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa menyebutkan aturan di sekolah dan
manfaatnya.
🎭
Permainan Peran (Role Play) – siswa memerankan kegiatan menaati aturan,
seperti antre dan membuang sampah.
📝
Penugasan – latihan menuliskan aturan dan manfaatnya
secara bertingkat.
5 Pembukaan: Mengenal
Kebesaran Allah
الْحَكَم
Al-Hakam (Yang Maha Menetapkan
Hukum)
Allah
menetapkan aturan yang adil untuk kebaikan makhluk-Nya, seperti aturan sekolah
untuk kebaikan semua murid.
الرَّقِيب
Ar-Raqib (Yang Maha Mengawasi)
Allah selalu
mengawasi perbuatan kita, mengajarkan kita menaati aturan meski tidak diawasi
guru.
الْعَدْل
Al-‘Adl (Yang Maha Adil)
Allah Maha
Adil, mengajarkan bahwa aturan berlaku sama untuk semua orang tanpa
membeda-bedakan.
💡
Kaitan dengan Materi Hari Ini
Allah
Al-Hakam menetapkan aturan yang adil untuk kebaikan makhluk-Nya, seperti aturan
sekolah yang dibuat untuk kebaikan semua murid. Allah Ar-Raqib selalu mengawasi
perbuatan kita, sehingga kita menaati aturan meski tidak sedang diawasi guru.
Allah Al-‘Adl Maha Adil, mengajarkan bahwa aturan berlaku sama untuk semua
orang. Hari ini kita belajar tentang aturan di sekolah dan lingkungan sekitar.
🤔 Pertanyaan Perenungan:
1. Allah
Al-Hakam menetapkan aturan untuk kebaikan. Aturan apa di sekolahmu yang paling
membantu kamu belajar dengan nyaman?
2. Allah
Ar-Raqib selalu mengawasi kita. Apa yang akan kamu lakukan jika tidak ada guru
yang melihat, tetapi kamu menemukan sampah di lantai?
3. Allah
Al-‘Adl Maha Adil. Mengapa aturan harus berlaku untuk semua teman tanpa
kecuali?
6 Yuk, Ingat Lagi! (Manfaat
Aturan di Rumah)
Sebelum belajar
materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan
berikut ini!
1.
Aturan di rumah dibuat oleh orang tua
untuk kebaikan keluarga. B / S
2.
Merapikan tempat tidur adalah contoh
aturan di rumah.
B / S
3.
Kita boleh keluar rumah tanpa meminta
izin. B /
S
4.
Menaati aturan di rumah membuat hidup
lebih teratur.
B / S
5.
Aturan di rumah tidak memiliki manfaat. B / S
✅
Kunci Jawaban Review:
1.
Benar 2. Benar 3. Salah (kita harus meminta izin terlebih
dahulu) 4. Benar 5. Salah (aturan di rumah bermanfaat bagi
keluarga)
7 Video Pembelajaran
🎬 Tonton video aturan di sekolah dan
lingkungan di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!
8 Ayo Belajar: Aturan di
Sekolah dan Lingkungan
🏫
A. Mengenal Aturan di Sekolah
Contoh
aturan di sekolah: datang tepat waktu, memakai seragam sesuai ketentuan,
mengangkat tangan sebelum berbicara, membuang sampah pada tempatnya, antre
dengan tertib, dan tidak berlari di dalam kelas.
Aturan
sekolah dibuat untuk kebaikan dan kenyamanan seluruh warga sekolah.
🏘️
B. Mengenal Aturan di Lingkungan Sekitar
Contoh
aturan di lingkungan: menjaga kebersihan, tidak membuat keributan, menjaga
keamanan, dan saling menghormati tetangga.
✨
C. Manfaat Menaati Aturan
1. Kegiatan belajar
menjadi tertib dan nyaman.
2. Keselamatan dan
keamanan terjaga.
3. Semua orang
diperlakukan secara adil.
4. Melatih sikap
disiplin dan tanggung jawab.
📝
D. Cara Berlatih Menaati Aturan
1. Tuliskan tiga
aturan yang berlaku di sekolahmu.
2. Ceritakan manfaat
yang kamu rasakan saat menaati aturan tersebut.
3. Praktikkan satu
aturan sekolah dengan konsisten selama seminggu.
9 Ayo Berlatih! (10 Soal
Pilihan Ganda)
MUDAH
1.
Contoh aturan di sekolah adalah ....
A. datang tepat
waktu
B. datang
terlambat
C. membuang
sampah sembarangan
D. berlari di
dalam kelas
MUDAH
2.
Sebelum berbicara di kelas, sebaiknya kita ....
A. berteriak
B. mengangkat
tangan
C. langsung pergi
D. diam saja
MUDAH
3.
Tempat membuang sampah yang benar adalah ....
A. selokan
B. tempat sampah
C. laci teman
D. halaman
SEDANG
4.
Manfaat menaati aturan sekolah adalah ....
A. kelas menjadi
ramai dan kacau
B. belajar
menjadi tertib dan nyaman
C. banyak
bertengkar
D. tidak ada
manfaatnya
SEDANG
5.
Saat antre, sikap yang tepat adalah ....
A. menyerobot
B. menunggu
giliran
C. mendorong
teman
D. berlari
SEDANG
6.
Memakai seragam sesuai aturan menunjukkan sikap ....
A. disiplin
B. malas
C. tidak peduli
D. melanggar
SEDANG
7.
Jika terlambat datang ke sekolah, sikap yang tepat adalah ....
A. memberi tahu
guru dan meminta maaf
B. masuk
diam-diam
C. marah-marah
D. pulang kembali
SUKAR
8.
Temanmu membuang sampah sembarangan. Sikap yang tepat adalah ....
A. ikut membuang
sampah sembarangan
B.
mengingatkannya dengan baik
C. mengejeknya
D. membiarkannya
SUKAR
9.
Mengapa aturan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali?
A. agar adil dan
tertib bagi semua
B. agar hanya
sebagian yang taat
C. karena tidak
penting
D. agar
menyusahkan orang
SUKAR
10.
Jika semua warga sekolah menaati aturan, maka sekolah akan menjadi ....
A. tertib, aman,
dan nyaman
B. berantakan
C. banyak
kecelakaan
D. tidak berubah
apa-apa
✓ Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. B
4. B
5. B
6. A
7. A
8. B
9. A
10. A
10 Jejak Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran hari
ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur
berikut:
🧘 Mindful
(Kesadaran Penuh)
● Mengenal
Asmaul Husna Al-Hakam, Ar-Raqib, dan Al-‘Adl di awal pembelajaran melatih siswa
merenungkan keadilan dan hikmah di balik aturan.
● Kegiatan
mengamati contoh sikap menaati dan melanggar aturan dengan tenang melatih siswa
membedakan sikap yang baik.
● Merefleksikan
sikap diri dalam menaati aturan melatih kesadaran diri siswa.
🎯 Meaningful
(Bermakna)
● Aturan
dikaitkan dengan kegiatan nyata siswa di sekolah, seperti antre, membuang
sampah, dan datang tepat waktu.
● Siswa
menceritakan pengalamannya menaati aturan beserta manfaat yang dirasakan.
😄 Joyful
(Menyenangkan)
● Permainan
peran menirukan kegiatan menaati aturan membuat siswa lebih mudah dan senang
memahami manfaatnya.
● Kegiatan
praktik langsung membuat siswa antusias belajar tanpa merasa tertekan.
11 Kesimpulan
Hari ini kita
belajar tentang aturan di sekolah dan lingkungan sekitar serta
manfaatnya, yaitu membuat suasana tertib, aman, dan adil bagi semua. Seperti
Allah Al-Hakam yang menetapkan aturan untuk kebaikan dan Allah Ar-Raqib yang
selalu mengawasi, mari kita menaati aturan dengan penuh tanggung jawab. 🌟