Senin, 14 September 2026

Materi Ajar 1 Umar bin Khattab

  

IDENTITAS

Nama Guru                           : Bella Permatasari, S.Pd.

Mapel                                    : Matematika

Hari / Tanggal                      : Senin / 14 September 2026

Fase / Kelas                          : A / 1 Umar bin Khattab

Materi                                    : Penjumlahan yang Hasilnya 10

 1 Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Bilangan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, serta melakukan operasi penjumlahan menggunakan berbagai strategi sesuai karakteristik bilangan yang dioperasikan, termasuk memahami pasangan bilangan yang jumlahnya 10.

 2 Tujuan Pembelajaran

🎯 TP UMUM

Murid dapat menemukan dan menuliskan pasangan bilangan yang jika dijumlahkan hasilnya 10, menggunakan benda konkret dan garis bilangan.

🪙 MEANINGFUL

Melalui kegiatan mengelompokkan benda konkret (kelereng, kancing, jari tangan) menjadi dua kelompok yang jumlahnya 10, peserta didik mampu memahami pasangan bilangan penjumlahan hasil 10.

🗣️ MEANINGFUL

Peserta didik mampu menceritakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan hasil 10, misalnya mengumpulkan 10 buah mainan dari dua kotak.

🧘 MINDFUL

Melalui kegiatan menghitung dan memasangkan benda dengan tenang dan teliti, peserta didik mampu menemukan semua pasangan bilangan yang jumlahnya 10 dengan tepat.

🔍 MINDFUL

Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil penjumlahannya menggunakan benda konkret sebelum menuliskan jawaban akhir.

😄 JOYFUL

Melalui permainan “cari pasangan 10” menggunakan kartu angka, peserta didik mampu berlatih penjumlahan hasil 10 dengan gembira dan penuh semangat.

 3 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

Kode

Alur Tujuan Pembelajaran

3.1

MINDFUL Peserta didik mengamati dan menghitung benda konkret dengan tenang untuk mengenal pasangan bilangan.

3.2

TP UMUM Peserta didik menemukan dan menuliskan pasangan bilangan yang jumlahnya 10 menggunakan benda konkret dan garis bilangan. ← inti materi

3.3

MEANINGFUL Peserta didik memahami pasangan bilangan penjumlahan hasil 10 melalui pengelompokan benda konkret.

3.4

MEANINGFUL Peserta didik menceritakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan hasil 10.

3.5

MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali hasil penjumlahan menggunakan benda konkret sebelum menuliskan jawaban akhir.

3.6

JOYFUL Peserta didik mempraktikkan penjumlahan hasil 10 melalui permainan “cari pasangan 10” dengan gembira.

 

 4 Model & Metode Pembelajaran

🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis benda konkret dan permainan, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.

🔍 Discovery Learning – siswa menemukan sendiri pasangan bilangan yang jumlahnya 10 melalui benda konkret.

🧑‍🏫 Demonstrasi – guru mencontohkan cara menjumlahkan menggunakan jari tangan dan benda konkret hingga hasilnya 10.

💬 Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa menyebutkan pasangan bilangan yang jumlahnya 10 secara bergiliran.

🎲 Permainan Edukatif (Games) – permainan “cari pasangan 10” menggunakan kartu angka.

📝 Penugasan – latihan menuliskan pasangan bilangan penjumlahan hasil 10 secara bertingkat.

 5 Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah

الْأَحَد

Al-Ahad (Yang Maha Esa)

Allah itu Esa, satu-satunya, tiada sekutu dan tiada duanya.

الْجَامِع

Al-Jami‘ (Yang Maha Mengumpulkan)

Allah mengumpulkan segala sesuatu dengan sempurna, seperti kita mengumpulkan dua kelompok bilangan hingga berjumlah 10.

الْكَرِيم

Al-Karim (Yang Maha Mulia)

Allah memberi dengan murah hati dan sempurna, mengajarkan kita untuk melengkapi sesuatu hingga cukup.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Ahad adalah Yang Maha Esa, Allah yang satu tiada duanya. Allah Al-Jami‘ mengumpulkan segala sesuatu dengan sempurna, seperti kita mengumpulkan dua kelompok bilangan hingga berjumlah 10. Allah Al-Karim memberi dengan murah hati dan sempurna, mengajarkan kita untuk melengkapi sesuatu hingga cukup, seperti melengkapi penjumlahan hingga hasilnya 10.

🤔 Pertanyaan Perenungan:

1. Allah Al-Ahad adalah Yang Maha Esa. Menurutmu, bilangan berapa yang menunjukkan “satu” dalam matematika?

2. Allah Al-Jami‘ mengumpulkan segala sesuatu. Jika kamu memiliki 6 kelereng dan ingin jumlahnya menjadi 10, berapa kelereng lagi yang kamu butuhkan?

3. Allah Al-Karim memberi dengan sempurna. Menurutmu, mengapa penting bagi kita menghitung dengan teliti agar hasilnya tepat 10?

 6 Yuk, Ingat Lagi! (Menghitung Maju Mundur)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1. Menghitung maju artinya membilang dari kecil ke besar.  B / S

2. Menghitung mundur artinya membilang dari kecil ke besar.  B / S

3. Urutan 5, 6, 7, 8 adalah contoh hitungan maju.  B / S

4. Urutan 9, 8, 7, 6 adalah contoh hitungan maju.  B / S

5. Setelah bilangan 9 (hitungan maju) adalah bilangan 10.  B / S

✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (menghitung mundur artinya dari besar ke kecil)   3. Benar   4. Salah (itu contoh hitungan mundur)   5. Benar

 7 Video Pembelajaran

🎬 Tonton video cara mencari pasangan bilangan penjumlahan hasil 10 di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

 8 Ayo Belajar: Penjumlahan yang Hasilnya 10

🔢 A. Mengenal Pasangan Bilangan Penjumlahan Hasil 10

1 + 9 = 10   2 + 8 = 10   3 + 7 = 10   4 + 6 = 10   5 + 5 = 10

Pasangan bilangan tersebut juga berlaku sebaliknya, misalnya 9 + 1 = 10 dan 8 + 2 = 10.

✋ B. Cara Mencari Pasangan Bilangan Hasil 10

Gunakan jari tangan: jika satu tangan menunjukkan sejumlah jari, hitung berapa jari yang belum terangkat pada tangan lainnya hingga totalnya 10 jari.

Gunakan benda konkret: kelompokkan benda menjadi dua bagian, hitung masing-masing kelompok, lalu jumlahkan hingga totalnya 10.

🎲 C. Cara Berlatih dengan Benda Konkret & Kartu Angka

1. Siapkan 10 benda konkret (kelereng, kancing, atau sedotan).

2. Bagi benda tersebut menjadi dua kelompok, misalnya 3 dan 7, lalu hitung jumlah keduanya.

3. Gunakan kartu angka untuk mencari pasangan bilangan lain yang jika dijumlahkan hasilnya tetap 10.

 9 Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

MUDAH

1. 1 + 9 = ....

A. 8

B. 9

C. 10

D. 11

MUDAH

2. 5 + 5 = ....

A. 10

B. 9

C. 11

D. 5

MUDAH

3. Pasangan bilangan yang jumlahnya 10 adalah ....

A. 2 dan 3

B. 4 dan 6

C. 5 dan 4

D. 6 dan 5

SEDANG

4. 3 + __ = 10. Bilangan yang tepat adalah ....

A. 6

B. 7

C. 8

D. 5

SEDANG

5. 10 = 6 + ....

A. 3

B. 4

C. 5

D. 6

SEDANG

6. Rani memiliki 4 apel dan ingin jumlahnya menjadi 10. Ia perlu menambahkan ... apel.

A. 5

B. 6

C. 7

D. 4

SEDANG

7. Pasangan bilangan berikut yang jumlahnya BUKAN 10 adalah ....

A. 2 + 8

B. 3 + 7

C. 4 + 5

D. 1 + 9

SUKAR

8. Andi memiliki 7 kelereng merah dan beberapa kelereng biru. Jika jumlah seluruh kelerengnya 10, jumlah kelereng biru Andi adalah ....

A. 2

B. 3

C. 4

D. 5

SUKAR

9. Ibu ingin membagi 10 kue ke dalam dua piring. Jika piring pertama berisi 8 kue, piring kedua berisi ... kue.

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

SUKAR

10. Bilangan manakah yang jika ditambah 8 hasilnya 10?

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

 ✓ Kunci Jawaban

1. C

2. A

3. B

4. B

5. B

6. B

7. C

8. B

9. B

10. B

 10 Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

       Mengenal Asmaul Husna Al-Ahad, Al-Jami‘, dan Al-Karim di awal pembelajaran melatih siswa merenungkan keesaan dan kesempurnaan Allah dalam mengumpulkan segala sesuatu.

       Kegiatan menghitung dan memasangkan benda dengan tenang melatih ketelitian siswa menemukan pasangan bilangan hasil 10.

       Memeriksa kembali hasil penjumlahan menggunakan benda konkret melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

       Penjumlahan hasil 10 dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa, seperti mengumpulkan mainan dari dua kotak.

       Siswa menceritakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan hasil 10.

😄 Joyful (Menyenangkan)

       Permainan “cari pasangan 10” menggunakan kartu angka membuat siswa lebih mudah dan senang berlatih penjumlahan.

       Kegiatan berhitung sambil bermain membuat siswa antusias tanpa merasa tertekan.

 11 Kesimpulan

Hari ini kita belajar menemukan pasangan bilangan yang jika dijumlahkan hasilnya 10, seperti 1+9, 2+8, 3+7, 4+6, dan 5+5, menggunakan benda konkret dan kartu angka. Seperti Allah Al-Jami‘ yang mengumpulkan segala sesuatu dengan sempurna, mari kita berlatih menjumlahkan dengan teliti dan penuh semangat setiap hari. 🌟


 

PENDIDIKAN PANCASILA

IDENTITAS

Nama Guru                           : Bella Permatasari, S.Pd.

Mapel                                    : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal                      : Senin / 14 September 2026

Fase / Kelas                          : A / 1 Umar bin Khattab

Materi                                    : Agama dan Kepercayaanku

 1 Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Bhinneka Tunggal Ika – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat mengenal dan menyebutkan agama dan kepercayaan yang dianutnya (nama agama, tempat ibadah, dan kitab suci), mengenal keberagaman agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia, serta menunjukkan sikap saling menghormati antarpemeluk agama dan kepercayaan yang berbeda.

 2 Tujuan Pembelajaran

🎯 TP UMUM

Murid dapat menyebutkan agama yang dianutnya beserta tempat ibadah dan kitab sucinya, serta mengenal keberagaman agama di Indonesia dengan sikap saling menghormati.

🕌 MEANINGFUL

Melalui pengamatan lingkungan sekitar (tempat ibadah, hari besar keagamaan), peserta didik mampu mengaitkan keberagaman agama dengan kehidupan sehari-hari di lingkungannya.

🗣️ MEANINGFUL

Peserta didik mampu menceritakan pengalaman beribadah bersama keluarga sesuai agama yang dianutnya.

🧘 MINDFUL

Melalui kegiatan mengamati gambar tempat-tempat ibadah dengan tenang, peserta didik mampu membedakan ciri masing-masing agama dengan tepat.

🔍 MINDFUL

Peserta didik mampu merefleksikan sikap menghormati teman yang berbeda agama sebelum bersikap atau berbicara.

😄 JOYFUL

Melalui permainan mencocokkan kartu (tempat ibadah – agama – kitab suci), peserta didik mampu mengenal keberagaman agama dengan gembira dan penuh semangat.

 3 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

Kode

Alur Tujuan Pembelajaran

3.1

MINDFUL Peserta didik mengamati gambar tempat ibadah dan simbol keagamaan dengan tenang dan teliti.

3.2

TP UMUM Peserta didik menyebutkan agama yang dianutnya beserta tempat ibadah dan kitab sucinya, serta mengenal keberagaman agama di Indonesia. ← inti materi

3.3

MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan keberagaman agama dengan tempat ibadah dan hari besar di lingkungan sekitar.

3.4

MEANINGFUL Peserta didik menceritakan pengalaman beribadah bersama keluarga.

3.5

MINDFUL Peserta didik merefleksikan sikap menghormati teman yang berbeda agama.

3.6

JOYFUL Peserta didik mempraktikkan pengenalan keberagaman agama melalui permainan mencocokkan kartu dengan gembira.

 

 4 Model & Metode Pembelajaran

🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis pengamatan dan pengalaman nyata, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.

🔍 Discovery Learning – siswa menemukan sendiri informasi tentang tempat ibadah dan kitab suci melalui gambar dan kartu.

🧑‍🏫 Demonstrasi – guru menunjukkan gambar/video tempat-tempat ibadah dari berbagai agama di Indonesia.

💬 Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa menyebutkan agama dan tempat ibadah masing-masing dengan saling menghormati.

🎲 Permainan Edukatif (Games) – permainan mencocokkan kartu tempat ibadah, agama, dan kitab suci.

📝 Penugasan – latihan menyebutkan identitas agama dan sikap toleransi secara bertingkat.

 5 Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah

الْخَالِق

Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan manusia dengan beragam suku, agama, dan kepercayaan.

الرَّحْمَن

Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih)

Allah menyayangi semua makhluk-Nya tanpa membeda-bedakan, maka kita pun harus saling menyayangi meskipun berbeda.

الْعَدْل

Al-‘Adl (Yang Maha Adil)

Allah mengajarkan kita untuk bersikap adil dan menghormati semua orang meskipun berbeda agama dan kepercayaan.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan manusia dengan beragam suku, agama, dan kepercayaan di Indonesia. Allah Ar-Rahman menyayangi semua makhluk-Nya tanpa membeda-bedakan, maka kita pun harus saling menyayangi teman yang berbeda agama. Allah Al-‘Adl mengajarkan kita untuk bersikap adil dan menghormati semua orang, sesuai dengan sila pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang menjunjung tinggi kebebasan beragama dan sikap saling menghormati.

🤔 Pertanyaan Perenungan:

1. Allah Al-Khaliq menciptakan manusia dengan agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Menurutmu, mengapa Allah menciptakan keberagaman tersebut?

2. Allah Ar-Rahman menyayangi semua makhluk-Nya tanpa membeda-bedakan. Bagaimana caramu menunjukkan kasih sayang kepada teman yang berbeda agama denganmu?

3. Allah Al-‘Adl mengajarkan kita untuk bersikap adil. Apa yang akan kamu lakukan jika melihat temanmu diejek karena agamanya berbeda?

 6 Yuk, Ingat Lagi! (Simbol dan Sila Pancasila)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1. Lambang negara Indonesia adalah Burung Garuda.  B / S

2. Pancasila memiliki 4 sila.  B / S

3. Sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.  B / S

4. Semboyan bangsa Indonesia adalah “Bhinneka Tunggal Ika”.  B / S

5. Lambang sila pertama Pancasila adalah bintang.  B / S

✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (Pancasila memiliki 5 sila)   3. Benar   4. Benar   5. Benar

 7 Video Pembelajaran

🎬 Tonton video keberagaman agama di Indonesia di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

 8 Ayo Belajar: Agama dan Kepercayaanku

🕌 A. Mengenal Agama yang Diakui di Indonesia

Islam: tempat ibadah Masjid, kitab suci Al-Qur’an, hari besar Idulfitri dan Iduladha.

Kristen Protestan: tempat ibadah Gereja, kitab suci Alkitab, hari besar Natal dan Paskah.

Katolik: tempat ibadah Gereja, kitab suci Alkitab, hari besar Natal dan Paskah.

Hindu: tempat ibadah Pura, kitab suci Weda, hari besar Nyepi dan Galungan.

Buddha: tempat ibadah Wihara, kitab suci Tripitaka, hari besar Waisak.

Konghucu: tempat ibadah Klenteng, kitab suci Si Shu Wu Jing, hari besar Imlek.

🤝 B. Sikap Menghormati Keberagaman Agama

1. Tidak mengejek teman yang berbeda agama.

2. Membiarkan teman beribadah sesuai kepercayaannya dengan tenang.

3. Saling membantu dan bermain bersama tanpa membeda-bedakan agama.

4. Mengucapkan selamat pada hari besar agama teman yang berbeda.

🎲 C. Cara Berlatih Mengenal Keberagaman

1. Siapkan kartu bergambar tempat ibadah, kitab suci, dan simbol tiap agama.

2. Ajak siswa mencocokkan kartu agama dengan tempat ibadah dan kitab sucinya.

3. Ajak siswa menceritakan agama yang dianutnya masing-masing secara bergiliran dengan sikap saling menghormati.

 9 Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

MUDAH

1. Tempat ibadah umat Islam adalah ....

A. Gereja

B. Masjid

C. Pura

D. Wihara

MUDAH

2. Kitab suci umat Islam adalah ....

A. Alkitab

B. Weda

C. Al-Qur’an

D. Tripitaka

MUDAH

3. Semboyan bangsa Indonesia adalah ....

A. Garuda Pancasila

B. Bhinneka Tunggal Ika

C. Merdeka

D. Pancasila

SEDANG

4. Tempat ibadah umat Hindu adalah ....

A. Masjid

B. Gereja

C. Pura

D. Klenteng

SEDANG

5. Hari besar umat Buddha adalah ....

A. Idulfitri

B. Natal

C. Nyepi

D. Waisak

SEDANG

6. Tempat ibadah umat Konghucu adalah ....

A. Wihara

B. Klenteng

C. Pura

D. Masjid

SEDANG

7. Sila Pancasila yang berkaitan dengan agama adalah sila ke- ....

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

SUKAR

8. Jika temanmu sedang beribadah sesuai agamanya, sikap yang tepat adalah ....

A. mengganggunya

B. menghormati dan tidak mengganggunya

C. mengejeknya

D. menirukannya untuk bercanda

SUKAR

9. Rani beragama Hindu dan akan merayakan hari raya Nyepi. Sikap yang tepat sebagai teman adalah ....

A. mengucapkan selamat dan menghormatinya

B. mengajaknya bermain saat Nyepi

C. mengejeknya

D. tidak peduli

SUKAR

10. Kitab suci umat Kristen dan Katolik adalah ....

A. Al-Qur’an

B. Alkitab

C. Weda

D. Tripitaka

 ✓ Kunci Jawaban

1. B

2. C

3. B

4. C

5. D

6. B

7. A

8. B

9. A

10. B

 10 Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

       Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Rahman, dan Al-‘Adl di awal pembelajaran melatih siswa merenungkan keberagaman ciptaan Allah dengan tenang.

       Kegiatan mengamati gambar tempat ibadah dengan tenang melatih ketelitian siswa membedakan ciri masing-masing agama.

       Merefleksikan sikap menghormati teman yang berbeda agama melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

       Keberagaman agama dikaitkan dengan tempat ibadah dan hari besar yang ada di lingkungan sekitar siswa.

       Siswa menceritakan pengalaman beribadah bersama keluarga sesuai agama yang dianutnya.

😄 Joyful (Menyenangkan)

       Permainan mencocokkan kartu tempat ibadah, agama, dan kitab suci membuat siswa lebih mudah dan senang mengenal keberagaman.

       Kegiatan bercerita bergiliran membuat siswa antusias mengenal teman-temannya tanpa merasa canggung.

 11 Kesimpulan

Hari ini kita belajar mengenal agama dan kepercayaan yang kita anut beserta keberagaman agama yang ada di Indonesia. Seperti Allah Ar-Rahman yang menyayangi semua makhluk-Nya dan Allah Al-‘Adl yang mengajarkan sikap adil, mari kita saling menghormati dan menyayangi teman yang berbeda agama, sesuai dengan sila pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. 🌟

Kamis, 10 September 2026

Materi Ajar 1 Umar bin Khattab

 

IDENTITAS

Nama Guru                           : Bella Permatasari, S.Pd.

Mapel                                     : Seni Rupa

Hari / Tanggal                      : jumat / 11 September 2026

Fase / Kelas                           : A / 1 Umar bin Khattab

Materi                                    : Bentuk pada Topeng

 1 Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Mengalami, Menciptakan, Merefleksikan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat mengenali dan menggunakan bentuk-bentuk geometri dasar (lingkaran, segitiga, persegi, persegi panjang) untuk membuat karya seni rupa berupa topeng sederhana, serta mampu menceritakan dan merefleksikan hasil karyanya.

 2 Tujuan Pembelajaran

🎯 TP UMUM

Murid dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk geometri pada topeng dan membuat karya topeng sederhana menggunakan bentuk-bentuk tersebut.

🎭 MEANINGFUL

Melalui pengamatan berbagai topeng (topeng hewan, topeng tradisional), peserta didik mampu mengaitkan bentuk geometri (mata bulat, mulut lengkung, dan sebagainya) dengan bagian-bagian wajah pada topeng.

🗣️ MEANINGFUL

Peserta didik mampu menceritakan topeng yang pernah dilihatnya, misalnya saat pertunjukan atau di buku cerita.

🧘 MINDFUL

Melalui kegiatan mengamati bentuk wajah dan bagian-bagiannya dengan tenang dan teliti, peserta didik mampu menentukan bentuk geometri yang sesuai untuk tiap bagian topeng.

🔍 MINDFUL

Peserta didik mampu memeriksa kembali kerapian bentuk pada topeng buatannya sebelum menyelesaikan karya.

😄 JOYFUL

Melalui kegiatan membuat dan menghias topeng dari kertas menggunakan bentuk-bentuk geometri, peserta didik mampu berkreasi dengan gembira dan penuh semangat.

 3 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

Kode

Alur Tujuan Pembelajaran

3.1

MINDFUL Peserta didik mengamati bentuk wajah dan bagian-bagian topeng dengan tenang dan teliti.

3.2

TP UMUM Peserta didik mengidentifikasi bentuk-bentuk geometri pada topeng dan membuat karya topeng sederhana. ← inti materi

3.3

MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan bentuk geometri dengan bagian wajah pada topeng (mata, hidung, mulut).

3.4

MEANINGFUL Peserta didik menceritakan topeng yang pernah dilihatnya.

3.5

MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali kerapian bentuk pada topeng buatannya.

3.6

JOYFUL Peserta didik mempraktikkan membuat dan menghias topeng dari kertas dengan bentuk geometri secara gembira.

 

 4 Model & Metode Pembelajaran

🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis karya dan pengalaman nyata, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.

🔍 Discovery Learning – siswa menemukan sendiri bentuk geometri yang cocok untuk tiap bagian topeng.

🧑‍🏫 Demonstrasi – guru mencontohkan cara menggambar dan menyusun bentuk geometri menjadi topeng.

💬 Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa menyebutkan bentuk geometri pada topeng yang diamati.

✂️ Praktik Berkarya – siswa membuat topeng sederhana dari kertas menggunakan bentuk-bentuk geometri.

📝 Penugasan – latihan menggambar dan menempel bentuk geometri pada topeng secara bertingkat.

 5 Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah

الْمُصَوِّر

Al-Musawwir (Yang Maha Membentuk Rupa)

Allah membentuk wajah setiap makhluk dengan rupa yang berbeda-beda dan unik.

الْخَالِق

Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan manusia dengan wajah yang beragam, dan kita bisa terinspirasi untuk berkarya seni.

الْجَمِيل

Al-Jamil (Yang Maha Indah)

Allah menyukai keindahan, maka kita bisa membuat karya seni yang indah menggunakan bentuk-bentuk geometri.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Musawwir membentuk wajah setiap makhluk dengan rupa yang berbeda dan unik, seperti mata, hidung, dan mulut. Allah Al-Khaliq menciptakan manusia dengan wajah yang beragam, dan hari ini kita akan membuat karya seni topeng terinspirasi dari bentuk-bentuk tersebut. Allah Al-Jamil menyukai keindahan, maka mari kita membuat topeng yang rapi dan indah menggunakan bentuk-bentuk geometri.

🤔 Pertanyaan Perenungan:

1. Allah Al-Musawwir membentuk wajah setiap orang berbeda-beda. Menurutmu, mengapa Allah menciptakan wajah yang beragam?

2. Allah Al-Khaliq menciptakan mata, hidung, dan mulut pada wajah kita. Bentuk geometri apa yang menurutmu cocok untuk menggambarkan mata?

3. Allah Al-Jamil menyukai keindahan. Bagaimana caramu membuat topeng agar terlihat rapi dan indah?

 6 Yuk, Ingat Lagi! (Bentuk Geometri Dasar)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1. Lingkaran adalah bentuk yang tidak memiliki sudut.  B / S

2. Segitiga memiliki 4 sisi dan 4 sudut.  B / S

3. Persegi memiliki 4 sisi sama panjang.  B / S

4. Jam dinding pada umumnya berbentuk segitiga.  B / S

5. Buku tulis pada umumnya berbentuk persegi panjang.  B / S

✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (segitiga memiliki 3 sisi dan 3 sudut)   3. Benar   4. Salah (jam dinding umumnya berbentuk lingkaran)   5. Benar

 7 Video Pembelajaran

🎬 Tonton video cara membuat topeng dari bentuk geometri di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

 8 Ayo Belajar: Bentuk pada Topeng

🎭 A. Mengenal Bagian-bagian Topeng dan Bentuknya

Mata: biasanya berbentuk lingkaran atau oval.

Hidung: bisa berbentuk segitiga atau persegi panjang kecil.

Mulut: bisa berbentuk lengkung, lingkaran (mulut terbuka), atau persegi panjang (mulut tertutup).

Dasar wajah topeng: biasanya berbentuk lingkaran, oval, atau persegi.

✂️ B. Menyusun Bentuk Geometri Menjadi Topeng

1. Siapkan bentuk dasar wajah (lingkaran atau oval besar).

2. Tempelkan bentuk lingkaran kecil untuk mata.

3. Tempelkan bentuk segitiga untuk hidung.

4. Tempelkan bentuk lengkung atau persegi panjang untuk mulut, lalu hias topeng dengan warna kesukaanmu.

🎨 C. Cara Berlatih Membuat Topeng

1. Siapkan kertas warna-warni, gunting, dan lem.

2. Gunting bentuk-bentuk geometri (lingkaran besar, lingkaran kecil, segitiga, persegi panjang) sesuai kebutuhan.

3. Tempelkan bentuk-bentuk tersebut membentuk wajah topeng, lalu hias sesuai kreativitas masing-masing.

 9 Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

MUDAH

1. Bentuk dasar wajah topeng biasanya berupa ....

A. segitiga

B. lingkaran atau oval

C. persegi panjang tipis

D. garis lurus

MUDAH

2. Bagian topeng yang biasa dibuat dengan bentuk lingkaran adalah ....

A. mata

B. rambut

C. telinga

D. dagu

MUDAH

3. Hidung pada topeng dapat dibuat dengan bentuk ....

A. lingkaran besar

B. segitiga

C. persegi panjang lebar

D. bintang

SEDANG

4. Alat yang digunakan untuk menempelkan bentuk geometri pada topeng adalah ....

A. gunting

B. lem

C. penggaris

D. pensil

SEDANG

5. Sebelum menempel bentuk geometri, langkah pertama yang dilakukan adalah ....

A. menghias topeng

B. menyiapkan dan menggunting bentuk

C. langsung memakai topeng

D. mewarnai wajah

SEDANG

6. Mulut topeng yang sedang tersenyum lebar biasanya dibuat dengan bentuk ....

A. lingkaran kecil

B. segitiga

C. lengkung memanjang

D. persegi kecil

SEDANG

7. Topeng yang rapi dan indah menunjukkan sikap ....

A. terburu-buru

B. teliti dan penuh kesabaran

C. asal-asalan

D. tidak peduli bentuk

SUKAR

8. Jika ingin membuat topeng hewan dengan mata besar dan bulat, bentuk geometri yang paling sesuai adalah ....

A. segitiga

B. lingkaran

C. persegi panjang

D. persegi

SUKAR

9. Sebuah topeng memiliki dasar wajah persegi, mata lingkaran, dan hidung segitiga. Jumlah bentuk geometri berbeda yang digunakan adalah ....

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

SUKAR

10. Mengapa penting memeriksa kembali bentuk topeng sebelum selesai membuatnya?

A. agar topeng terlihat rapi dan sesuai bentuk yang diinginkan

B. agar cepat selesai

C. agar warnanya banyak

D. tidak pentin

 10 Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

       Mengenal Asmaul Husna Al-Musawwir, Al-Khaliq, dan Al-Jamil di awal pembelajaran melatih siswa merenungkan keindahan dan keunikan ciptaan Allah.

       Kegiatan mengamati bentuk wajah dan bagian topeng dengan tenang melatih ketelitian siswa menentukan bentuk geometri yang sesuai.

       Memeriksa kembali kerapian bentuk pada topeng buatannya melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

       Bentuk geometri pada topeng dikaitkan dengan bagian wajah nyata: mata, hidung, dan mulut.

       Siswa menceritakan topeng yang pernah dilihatnya, misalnya saat pertunjukan atau di buku cerita.

😄 Joyful (Menyenangkan)

       Kegiatan membuat dan menghias topeng dari kertas membuat siswa lebih mudah dan senang berkreasi.

       Kebebasan memilih warna dan bentuk membuat siswa antusias berkarya tanpa merasa tertekan.

 11 Kesimpulan

Hari ini kita belajar mengenal bentuk-bentuk geometri pada topeng, seperti lingkaran untuk mata, segitiga untuk hidung, dan bentuk lengkung untuk mulut, lalu membuat karya topeng sederhana menggunakan bentuk-bentuk tersebut. Seperti Allah Al-Musawwir yang membentuk wajah setiap makhluk dengan rupa yang unik dan Allah Al-Jamil yang menyukai keindahan, mari kita berkarya dengan teliti dan penuh semangat menciptakan topeng yang indah. 🌟